Sabtu, September 5, 2026

Modus Loker Bodong di Jakarta Timur, Uang Rp1,6 Juta Melayang Usai Interview Kerja

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Dugaan penipuan berkedok lowongan kerja kembali terjadi di Jakarta Timur.

Seorang pelamar kerja bernama Fernando Silalahi mengaku diminta membayar uang jaminan sebesar Rp1,6 juta setelah menjalani proses wawancara di sebuah lokasi di kawasan Jatinegara.

Dugaan penipuan ini bermula ketika Fernando melihat informasi lowongan pekerjaan yang mengatasnamakan PT Garuda Jaya Logistik (GJL) melalui media sosial Facebook.

Tertarik dengan lowongan tersebut, Fernando kemudian menghubungi nomor kontak yang tercantum dalam informasi untuk menanyakan proses pendaftaran.

Ia mengaku mendapat respons cepat dari penyedia loker dan langsung diminta membawa surat lamaran secara langsung ke lokasi yang disebut sebagai kantor perusahaan pada keesokan harinya.

Baca Juga :  Modal Ijazah Editan, Kondektur Bus di Tangerang jadi Dokter Gadungan di PSS Sleman, Per Bulan Bergaji Rp 15 Juta

Admin tersebut juga memberikan alamat lengkap serta petunjuk rute menggunakan transportasi umum menuju lokasi.

Dengan membawa berkas lamaran dan berharap dapat segera memperoleh pekerjaan, Fernando kemudian mendatangi Gedung Samboja di Jalan Bekasi Barat, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur.

Namun, setibanya di lokasi, Fernando mengaku tidak menemukan kantor PT Garuda Jaya Logistik sebagaimana informasi awal yang diterimanya.

Ia justru bertemu dengan dua orang yang mengaku sebagai pihak penyalur tenaga kerja dari PT ACB.

Baca Juga :  Senior Bunuh Junior di Depok, Pelaku Cemburu Korban Mahasiswa UI yang Tajir

Fernando kemudian menjalani proses wawancara dengan seorang perempuan bernama Berlina lazimnya proses loker.

Setelah itu, ia diarahkan bertemu dengan seseorang yang disebut sebagai HRD bernama Angga.

Usai menjalani proses wawancara, Fernando bersama sejumlah pelamar lainnya dinyatakan lulus dan disebut dapat melanjutkan ke tahap penempatan kerja.

Namun, bukannya langsung mendapatkan pekerjaan, Fernando mengaku justru diminta menyerahkan uang jaminan sebesar Rp1,6 juta.

“Mereka bilang sebagai uang jaminan. Kalau sampai tiga kali ditolak kerja, uang kami dikembalikan, begitu kata mereka kepada kami,” kata Fernando, Sabtu (5/9/2026).

Baca Juga :  Preman Kampung Pemalak Konter HP di Ciputat Ditangkap, Sempat Kabur ke Bogor

Fernando kemudian menyerahkan uang tersebut.

Setelah itu, dia bersama sejumlah pelamar lainnya diarahkan untuk menjalani training sebagai salah satu syarat penempatan kerja.

Mereka diberikan nomor telepon yang disebut sebagai kontak pimpinan PT Cakrawala, perusahaan yang diklaim menjadi tempat training para pelamar.

Fernando kemudian menghubungi nomor tersebut dan mendapat arahan untuk datang ke sebuah lokasi di sekitar restoran cepat saji di kawasan Jatinegara.

Namun, setibanya di lokasi, Fernando kembali menemukan kejanggalan.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Heboh Napi Cipinang Diduga Pesta Narkoba Sambil Joget-joget, Ditjenpas Terjunkan Timsus

Aliansi.co,Jakarta- Video yang memperlihatkan sejumlah orang diduga sedang berpesta narkoba sambil berjoget-joget di dalam sel tahanan viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi...

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...