Selasa, Oktober 6, 2026

Rocky Gerung Kini Jadi Wantimpres, Pengamat: Ucapannya Jangan Ditelan Bulat-bulat

WIB

Aliansi.co, Jakarta – Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik mengingatkan masyarakat agar tidak menelan bulat-bulat setiap pernyataan Rocky Gerung setelah resmi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menurut Sugiyanto, posisi Rocky kini berbeda dibandingkan ketika masih berbicara sebagai pengamat politik dari luar pemerintahan.

Setelah dilantik sebagai Wantimpres, setiap pernyataannya perlu dilihat dalam konteks tugas dan tanggung jawab kelembagaan yang melekat pada jabatan tersebut.

“Ucapan Wantimpres Rocky Gerung jangan ditelan bulat-bulat dan langsung dipercaya, karena belum tentu semuanya benar dan konsisten. Rakyat harus tetap kritis, karena setiap pernyataan Rocky Gerung setelah menjadi Wantimpres dapat dipandang sebagai bagian dari gambaran pemikiran yang berkembang di lingkungan pemerintahan,” ujar Sugiyanto dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/10/2026).

Baca Juga :  Tunjangan DPRD Tak Merata, Mendagri Didorong Tetapkan Standar Nasional

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiyanto menyusul kembali viralnya potongan video yang menampilkan dialog antara Rocky Gerung dan akademisi Feri Amsari.

Dalam video tersebut, Feri Amsari bertanya kepada Rocky, “Kalau panggilan mengabdi datang, bagaimana?”

Rocky kemudian menjawab bahwa jika tawaran tersebut datang, ia akan menolaknya dengan “cara saksama dalam tempo sesingkat-singkatnya”.

Diketahui, Rocky dilantik Presiden Prabowo Subianto bersama 25 anggota Wantimpres pada Jumat (2/10/2026).

Baca Juga :  Amarah Habib Rizieq Buntut Polemik Pagar Laut Tangerang: Gua Kepret Lu

Usai pelantikan, Rocky menegaskan bahwa keputusannya masuk ke pemerintahan tidak berarti meninggalkan sikap kritis yang selama ini melekat pada dirinya.

Ia menggambarkan langkah tersebut sebagai perpindahan posisi dari “luar ke dalam” dan menyebut sikap kritisnya tetap dipertahankan sebagai sebuah “radical break”.

Sugiyanto menilai, perubahan posisi tersebut menarik untuk dilihat dalam konteks perjalanan pemikiran Rocky Gerung selama bertahun-tahun.

Rocky selama ini dikenal sebagai akademisi dan pengamat politik yang kerap menyampaikan kritik terhadap kekuasaan.

Pada Pilpres 2019, misalnya, Rocky pernah menghadiri deklarasi alumni perguruan tinggi untuk pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Baca Juga :  Tim Hukum PDIP Polisikan Rocky Gerung, Bawa Tiga Bukti Fitnah Presiden Jokowi

Dalam kesempatan tersebut, Rocky bahkan mengatakan akan tetap mengkritik Prabowo apabila mantan Danjen Kopassus itu menjadi presiden.

Menurut Sugiyanto, pernyataan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang penting untuk dilihat ketika Rocky kini berada di dalam struktur pemerintahan.

“Dahulu Rocky Gerung berbicara sebagai pengamat yang berada di luar pemerintahan. Sekarang dia menjadi bagian dari lembaga yang memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden. Karena itu, setiap ucapan Rocky Gerung sebagai Wantimpres perlu ditempatkan dalam konteks kepentingan publik,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...