Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengintensifkan penataan kawasan Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2026).
Sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan untuk mempercepat pembenahan destinasi wisata kebudayaan Betawi tersebut.
Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Firmanuddin Ibrahim mengatakan, langkah penataan bukan sekadar penertiban, melainkan bentuk perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terhadap pelestarian kawasan kebudayaan.
“Di sini namanya saja Sentra Kebetawaian. Jadi, kita ingin nantinya kalau warga datang ke sini, mereka akan menikmati yang ada di sini, baik itu kuliner Betawi, kebudayaan dan lainnya,” ujar Firman saat memimpin penertiban, Kamis.
Firmanuddin menjelaskan, dalam proses penataan ini, sebanyak 216 pedagang yang berada di bantaran Setu Babakan akan direlokasi ke tempat penampungan.
Sebelum direlokasi, kata Firman, pedagang telah mendapatkan sosialisasi dan surat peringatan agar mengosongkan lapak dan pindah ke tempat relokasi yang disiapkan.
Firmanuddin menuturkan, nantinya ada sebanyak 63 pedagang yang akan menempati lokasi binaan (lokbin) di kawasan Setu Babakan.
Namun, dari hasil kurasi sementara sudah ada 57 pedagang yang terdata.
“Kami mengapresiasi kesadaran tinggi dari para pedagang yang sangat mendukung proses penataan ini. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan tautan digital (bitly) bagi para pedagang yang belum masuk kurasi agar siap untuk direlokasi,” ucapnya.
Selain penataan pedagang yang melibatkan 400 personil gabungan hari ini, lanjut Firmanuddin, pembenahan juga difokuskan pada saluran air, jalan, serta keseluruhan sistem yang ada di sekitar kawasan.
“Karena, keberadaan danau ini sebagai aset penting yang tidak hanya ditata, tetapi juga dioptimalkan pemanfaatannya, ” ujar Firmanuddin.
Ke depannya, tambah Firmanuddin, pemerintah tidak hanya mengandalkan aspek pengawasan dan penindakan fisik, tetapi juga membangun kesadaran bersama di tengah masyarakat.
Karena itu, ia mendorong masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga kawasan Setu Babakan yang merupakan destinasi wisata, pusat pendidikan, serta pusat pelestarian kebudayaan.
“Jadi kita bangun kesadaran di masyarakat, bahwa di sini adalah tempat destinasi, tempat wisata, tempat pendidikan guna mempertahankan kebudayaan Betawi. Rasa kesadaran itu yang akan kita bangun ke depan,” katanya.
Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti mengatakan, penertiban dan penataan pedagang di bantaran Setu Babakan, Jagakarsa, berjalan kondusif.
Dari total 224 pedagang yang menjadi sasaran penataan, sebanyak 219 pedagang telah membongkar lapaknya secara mandiri. Sementara itu, lima lapak lainnya belum dibongkar oleh pemiliknya.
“Pada prinsipnya, penertiban dan penataan pedagang Setu Babakan berjalan kondusif. Kurang lebih 219 pedagang sudah membongkar lapaknya secara mandiri,” kata Nanto.
Ia menjelaskan, Satpol PP mengedepankan pendekatan humanis melalui sosialisasi kepada para pedagang sebelum penataan dilakukan. Upaya tersebut juga melibatkan Unit Pengelola Kawasan (UPK) Setu Babakan, pihak kelurahan, dan kecamatan.
Untuk membantu proses pembongkaran, Satpol PP juga menyediakan kendaraan angkutan secara gratis bagi para pedagang.
“Satpol PP membantu menyediakan kendaraan angkutan secara gratis,” pungkasnya. Rbn
