Sabtu, Oktober 3, 2026

Anies Ngaku Babak Belur karena Tak Pernah Pakai Buzzer: Kami Apa Adanya

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Calon presiden nomor urut satu Anies Baswedan mengaku tidak pernah menggunakan buzzer sejak menjabat Gubernur DKI maupun menghadapi Pemilu 2024.

Anies mengatakan jika menggunakan buzzer, ia tidak akan babak belur seperti sekarang ini.

Hal itu diutarakan Anies dalam diskusi bersama PWI Pusat, di Jakarta, Jumat (1/12/2023).

Awalnya Anies mendapat pertanyaan dari peserta diskusi seorang jurnalis bernama Marthen Selamet Susanto.

Baca Juga :  Sadar Demokrat Ditelikung, SBY Tafsirkan Anies dan NasDem Musang Berbulu Domba

Ia menanyakan kepada Anies apakah pernah menggunakan buzzer atau influencer saat jadi bagian eksekutif ataupun pemerintah.

“Kalau kemarin pakai buzzer, enggak babak belur kayak begini. Kami apa adanya, enggak pakai buzzer dan lain-lain,” kata Anies. Anies menjelaskan hanya bisa berdoa dalam Pilpres 2024 nanti. Dia juga menyinggung pengalamannya saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Anies mengatakan, dirinya memilih berdoa kepada Tuhan agar mendapatkan kesempatan meluruskan berbagai narasi di media sosial yang kerap menyudutkannya.

Baca Juga :  Pemerintah Kucurkan Rp268 Miliar untuk Penanganan Bencana, Mendagri Tito: Semua Sudah Diterima Daerah

“Mudah-mudahan suatu saat bisa akan bisa dijawab dengan kenyataan-kenyataan, bukan pernyataan-pernyataan,” kata Anies.

Anies mengaku saat menjabat Gubernur DKI, dirinya juga tak pernah menggunakan buzzer.

Bagi Anies, buzzer merusak demokrasi.

“Dan itu kami gak pakai buzzer saat di Jakarta jadi kami merasa ke depan juga enggak akan pake, menurut saya itu merusak. Merusak sekali,” kata dia.

Baca Juga :  NasDem Perintahkan Seluruh Calegnya jadi Jubir Anies Baswedan, Ini Tugasnya

Dirinya juga akan segera berkoordinasi dengan timnya agar tak menggunakan buzzer.

Anies ingin menjaga kebebasan berekspresi berjalan dengan semestinya.

“Kami malah menemukan pribadi-pribadi objektif yang dulunya mengambil posisi mengkritik dan berseberangan kemudian mereka melihat kenyataan dan secara objektif menyampaikan apa adanya,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...