Sabtu, Oktober 3, 2026

Bertemu di Malacanang, Jokowi dan Marcos Jr Bahas Kerja Sama Polkam hingga Alutsista

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr di Istana Malacanang, Manila.

Dalam pertemuan ini, kedua pemimpin negara membahas kesepakatan kerja sama di bidang politik dan keamanan (polkam) hingga alutsista.

Saat menyampaikan keterangan pers bersama Marcos Jr di Istana Malacanang, Jokowi menyebutkan ada tiga bidang kerja sama yang akan diperkuat oleh kedua negara.

“Yang pertama di bidang politik dan keamanan kami sepakat memperkuat kerja sama perbatasan,” ujar Jokowi dikutip dari video Setpres, Kamis (11/1/2024).

Baca Juga :  Teken Pemberhentian Mahfud MD, Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Plt Menko Polhukam

Dalam upaya penguatan kerja sama tersebut, Jokowi mendorong percepatan revisi border patrol agreement (BPA) serta border crossing agreement (BCA), dan penyelesaian batas landas kontinen.

“Serta penguatan kerja sama pertahanan termasuk alutsista,” katanya.

Sementara di bidang ekonomi, Indonesia-Filipina sepakat untuk terus membuka akses pasar sebagai upaya untuk meningkatkan perdagangan kedua negara.

Selain itu, Jokowi meminta dukungan Filipina terkait tindakan pengamanan terhadap produk kopi Indonesia.

Baca Juga :  Jokowi Lantik Gus Ipul sebagai Mensos, Irjen Eddy Hartono jadi Kepala BNPT

“Kami sepakat terus membuka akses pasar dan Indonesia meminta dukungan Filipina terkait dengan special safeguard measure untuk produk kopi Indonesia,” ujarnya.

Selanjutnya, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN.

Menurut Jokowi, ASEAN harus terus berpegang pada prinsip hukum internasional.

“Terkait kawasan kami sepakat pentingnya penguatan kesatuan dan sentralitas ASEAN yang bukan hanya sekedar jargon,” imbuh Jokowi.

Baca Juga :  Ditangkap Polisi, Begini Alasan Pengunggah Video Editan Ratu Mesir Berwajah Jokowi

“ASEAN harus terus berpegang pada prinsip-prinsip hukum internasional dan menjaga positive force untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dalam membangun infrastruktur di Filipina.

Ia mendorong agar proyek pengerjaan kereta komuter utara-selatan Filipina yang turut digarap oleh BUMN Indonesia dapat segera terlaksana.

“Untuk groundbreaking North-South Commuter Railway penting untuk dipercepat,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...