Selasa, Agustus 18, 2026

Fakta Baru Skandal Minyak Mentah, Bapak-Anak Diseret Kejagung jadi Tersangka

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Fakta baru mengemuka dari skandal korupsi tata kelola minyak mentah yang dibongkar Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dari belasan tersangka yang telah ditetapkan Kejagung, dua di antaranya diketahui memiliki hubungan darah sebagai bapak dan anak.

Keduanya diduga saling bekerja sama dalam skema besar penyelewengan minyak mentah periode 2018-2023.

Keduanya adalah Muhammad Riza Chalid (MRC), dan Muhammad Kerry Adrianto Riza (MKAR) selaku beneficial owner atau pemilik manfaat PT Navigator Khatulistiwa.

Diketahui, Kejagung telah menetapkan putra sulung Riza Chalid, MKAR sebagai tersangka pada Februari 2025 atas kasus tata kelola minyak mentah periode 2018-2023.

Ia dituding memainkan peran sebagai broker dalam proses impor minyak mentah melalui perusahaan-perusahaan yang ia kendalikan, seperti PT Mahameru Kencana Abadi dan PT Navigator Khatulistiwa.

Baca Juga :  Polemik IPU di Bali, DPR: Puan Tidak Pernah Kontak Fisik dengan Parlemen Israel

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Abdul Qohar mengatakan, penelusuran dari penyidik mengarah pada pola kerja yang saling mendukung antara keduanya.

“Peran para tersangka dalam kasus ini berbeda-beda, ada yang mengatur pasokan, ada yang mengatur harga, hingga yang bertindak sebagai penghubung dengan mitra luar negeri,” ujar Qohar dalam konferensi pers, Kamis (10/7/2025).

Abdul Qohar menjelaskan Riza Chalid berperan krusial dalam intervensi kebijakan tata kelola Pertamina dengan menyepakati kerja sama penyewaan Terminal BBM Tangki Merak bersama para pejabat perusahaan negara di dalam proses yang tidak berdasarkan kebutuhan riil.

Baca Juga :  Prabowo Reshuffle Kabinet, Lantik 5 Menteri Baru dan Tambah 1 Kementerian

“(Riza Chalid dkk) secara melawan hukum menyepakati kerja sama penyewaan Terminal BBM Tangki Merak dengan melakukan intervensi kebijakan tata kelola PT Pertamina berupa memasukkan rencana kerja sama penyewaan terminal BBM Merak yang pada saat itu PT Pertamina belum memerlukan tambahan penyimpanan stok BBM,” ujar Qohar. 

Abdul Qohar mengungkapkan, penyidik telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka baru dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah.

Kesembilan tersangka merupakan pejabat tinggi di Pertamina dan pihak swasta yang terlibat dalam rantai pasok migas nasional.

Mereka adalah AN (Vice President Supply dan Distribusi PT Pertamina), HB (Direktur Pemasaran dan Niaga), TN (VP Integrated Supply Chain), DS (VP Crude and Trading tahun 2019–2020), dan AS (Direktur Gas Petrochemical Pertamina International Shipping).

Baca Juga :  Dirut Pertamina Akui Dihujat Masyarakat Buntut Korupsi Tata Kelola Minyak dan Pertamax Oplosan Diungkap Kejagung

Selain itu, turut ditetapkan sebagai tersangka pihak dari luar Pertamina yaitu MH (Business Development Manager PT Trafigura 2019–2021), IP (Business Development Manager PT Mahameru Kencana Abadi), serta MRC atau RC yang disebut sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak.

Abdul Qohar menyatakan, tim penyidik masih terus mendalami rangkaian transaksi dan hubungan antara para tersangka dengan perusahaan migas global.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Penelusuran aset dan hubungan dengan korporasi asing menjadi fokus lanjutan,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...