Sabtu, Oktober 17, 2026

Heboh Temuan 16 Siswa SMP di Jaktim Terpapar HIV, Diduga Gegara Ikut Balapan Motor

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Heboh temuan 16 siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Timur yang terdeteksi mengidap HIV.

DPRD DKI Jakarta menyebut temuan ini sebagai alarm bagi seluruh pihak karena para siswa yang terpapar sebagian besar masih berusia di bawah 17 tahun.

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengungkapkan, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, para pelajar tersebut diduga terjerumus ke dalam pergaulan berisiko setelah bergabung dengan geng balap motor dan lingkungan pertemanan yang negatif.

“Mereka masih di bawah 17 tahun. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Justin dalam keterangannya melalui kanal resmi DPRD DKI Jakarta, dikutip Jumat (10/6/2026).

Baca Juga :  Heru Cuci Gudang, Uus Kuswanto Kembali Duduki Kursi Wali Kota Jakarta Barat

Ia menjelaskan, keterlibatan dalam komunitas balap motor liar menjadi pintu masuk para remaja mengenal lingkungan pergaulan yang kemudian berkembang ke perilaku berisiko.

“Waktu saya gali kenapa, ya mereka ikutan geng balap-balapan motor, modifikasi motor, saling berhubungan, bertukar pacar, dan lain sebagainya sampai bisa terjangkit HIV,” ujarnya.

Menurut Justin, temuan di satu sekolah tersebut merupakan fenomena “gunung es” yang menandakan persoalan sosial remaja kemungkinan jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.

Baca Juga :  Kadishub DKI Sebut Juru Parkir di Blok M Square Preman dan Sudah Ditangkap Polisi

Karena itu, ia meminta pemerintah, sekolah, dan keluarga menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap anak.

“Temuan di satu sekolah saja sudah cukup menjadi alarm bagi pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk memperkuat pengawasan terhadap anak,” tuturnya.

Justin menilai penanganan persoalan itu tidak cukup hanya melalui pendidikan di sekolah.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus ke lingkungan yang berisiko.

Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal apabila keluarga tidak menjalankan fungsi pembinaan.

Baca Juga :  Viral Mobil Dinas Pelat Merah Ngebul di Jaksel, Warganet: Tilang Emisi Cuaks

Bahkan, ia mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi penerima bantuan sosial yang terbukti mengabaikan tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak.

“Lagi-lagi orang tua harus terlibat. Orang tua yang abai untuk memastikan anaknya jadi warga DKI Jakarta yang baik, saya kira mereka tidak pantas untuk keluarganya menerima bantuan sosial dalam bentuk apa pun,” kata dia.

“Jadi, ini harus didorong kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,” tegas Justin,” sambungnya. Adr

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...