Sabtu, Juli 4, 2026

Kapolri Minta Maaf, Akui Kinerja Polri Masih Jauh dari Sempurna

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh elemen masyarakat atas pelaksanaan tugas Polri yang dinilainya masih belum sepenuhnya memenuhi harapan publik.

Permohonan maaf tersebut disampaikan Sigit dalam kegiatan rilis capaian akhir tahun Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang digelar di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta.

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan tugas Polri jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kepada masyarakat dan bangsa Indonesia khususnya, atas nama pimpinan Polri, mewakili keluarga besar Polri, kami menghaturkan dari lubuk hati kami yang paling dalam permohonan maaf,” kata Sigit dalam sambutannya, dikutip Rabu (31/12/2025)

Baca Juga :  Kapolri Rotasi 513 Personel, 5 Kapolda Diganti, Berikut Daftarnya

Sigit menegaskan bahwa Polri merupakan institusi yang terbuka terhadap kritik, masukan, dan saran dari masyarakat.

Menurutnya, kritik publik menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan kinerja kepolisian secara berkelanjutan.

“Tentunya kami mohon untuk terus didukung, dikoreksi, dan diperbaiki agar kami dapat melaksanakan tugas Polri agar betul-betul bisa memenuhi apa yang diharapkan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sigit menekankan komitmen Polri untuk terus melakukan pembenahan internal agar Korps Bhayangkara semakin profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan secara langsung aspirasi serta keluhan warga.

Baca Juga :  Dua Tahun Mangkrak, DPR Desak Audit Investigasi Megaproyek Bukit Algoritma

“Ke depan kami akan terus melakukan perbaikan. Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat secara langsung, sebagai yang terdepan dalam melindungi dan menolong masyarakat, khususnya masyarakat kecil maupun kelompok rentan,” ucap Sigit.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menegaskan bahwa Polri akan mengedepankan pendekatan humanis dan responsif dalam pelayanan publik, sekaligus memastikan kemudahan akses masyarakat terhadap seluruh layanan kepolisian.

Di sisi lain, Sigit memastikan penegakan hukum tetap dilakukan secara tegas terhadap para pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat dan merugikan keuangan negara.

Baca Juga :  Polri Terapkan One Way saat Puncak Arus Mudik Lebaran 2023, Ini Tanggal dan Lokasinya

“Penegakan hukum secara tegas kepada para pelaku kejahatan yang telah meresahkan masyarakat dan merugikan keuangan negara,” tuturnya.

Sigit menambahkan, penyelesaian berbagai tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak dapat dilakukan oleh Polri sendiri.

Oleh karena itu, sinergi dan kemitraan dengan masyarakat terus diperkuat melalui peningkatan partisipasi publik.

“Melibatkan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan atau OKP untuk terlibat dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif. Menjalin silaturahmi dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk merawat kerukunan, termasuk menyelenggarakan doa bersama, safari Ramadan, serta kunjungan ke beberapa pesantren,” papar Sigit.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...