Aliansi.co, Jakarta –Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan merespons keluhan Lurah Petukangan Utara Husaini terkait saluran air di Jalan Kedaung II yang belum terhubung dengan drainase baru di Jalan Muchtar Raya.
Sebagai tindak lanjut, Sudin SDA Jakarta Selatan akan membangun saluran penghubung sepanjang tujuh meter untuk mengalirkan air dari sumur resapan di Jalan Kedaung II menuju saluran drainase baru di Jalan Muchtar Raya.
Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Sudin SDA Jakarta Selatan Horas Yosua mengatakan, pembangunan saluran tersebut dilakukan berdasarkan arahan Wali Kota Jakarta Selatan.
“Arahan Pak Wali, ini akan kami hubungkan dengan saluran yang baru,” kata Horas Yosua, Jumat (28/8/2026).
Menurut Yosua, saluran penghubung yang akan dibangun memiliki panjang sekitar tujuh meter.
Yosua menjelaskan, saluran sepanjang tujuh meter itu merupakan pekerjaan tambahan untuk menuntaskan persoalan genangan yang masih dikeluhkan warga setelah pembangunan drainase dan peninggian Jalan Muchtar Raya rampung.
“Ini pekerjaan tambahan untuk menuntaskan permasalahan genangan. Sumur resapan yang ada akan kami hubungkan dengan saluran yang baru,” ujarnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan telah merampungkan pembangunan drainase sekaligus peninggian Jalan Muchtar Raya, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan.
Ruas jalan yang berbatasan dengan wilayah Jakarta Barat itu pun telah resmi dibuka dan kembali dapat dilintasi kendaraan.
Namun, masih terdapat sumur resapan di Jalan Kedaung II yang belum tersambung dengan saluran drainase baru.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dikhawatirkan membuat sistem pengaliran air belum optimal dan memicu genangan saat hujan.
Keluhan itu kemudian disampaikan Lurah Petukangan Utara Husaini kepada Wali Kota Jakarta Selatan dan Sudin SDA agar segera ditindaklanjuti.
Husaini mengatakan, pihaknya sebelumnya telah beberapa kali menghubungi kontraktor atau vendor yang mengerjakan proyek tersebut.
Namun, upaya tersebut belum mendapat respons.
“Saya sudah berkali-kali hubungi vendornya, tapi tidak direspons,” kata Husaini.
Atas kondisi tersebut, Husaini berharap saluran penghubung segera diselesaikan sehingga persoalan genangan yang dikeluhkan warga dapat dituntaskan.
“Harapan warga, biar permasalahan genangan tuntas,” ujarnya.
Di sisi lain, Yosua meminta kontraktor meningkatkan komunikasi dengan pihak kelurahan dan warga selama pengerjaan di lapangan.
Menurutnya, koordinasi diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat segera ditangani.
“Kami minta pihak kontraktor menjalin komunikasi yang baik dengan warga dan lurah, sehingga apabila ada kendala di lapangan bisa segera dikoordinasikan,” katanya. Rob
