Aliansi.co,Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Syafrin Liputo menekankan bahwa ajang Abang None bukan sekadar mencari sosok yang tampan dan cantik.
Menurut dia, ajang Abang None juga dapat menjadi wadah untuk menguji kemampuan, kreativitas, serta gagasan para finalis sesuai dengan latar belakang pendidikan masing-masing.
“Abang None bukan sekadar ajang ketampanan dan kecantikan, melainkan ajang untuk menguji kemampuan saudara-saudara dalam mengekspresikan diri berdasarkan latar belakang pendidikan masing-masing,” kata Syafrin saat memberikan pengarahan kepada para finalis Abang None Jakarta Selatan 2026, Rabu (12/8/2026).
Menurut dia, keberagaman latar belakang pendidikan para finalis dapat menjadi modal untuk menghasilkan perspektif baru dalam melihat berbagai potensi yang dimiliki Jakarta Selatan.
Syafrin mencontohkan finalis yang memiliki latar belakang pendidikan geologi.
Pengetahuan tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk melihat potensi sumber daya alam di Jakarta Selatan dari sudut pandang yang berbeda.
“Misalnya, bagi yang berasal dari bidang geologi, saudara-saudara dapat melihat potensi sumber daya alam yang ada di Jakarta Selatan dari sudut pandang yang berbeda,” ujarnya.
Dia pun mendorong Abang None mampu memotret berbagai potensi di Jakarta Selatan dan mengemasnya menjadi ruang kreativitas.
Gagasan tersebut selanjutnya dapat dikembangkan melalui kolaborasi bersama pemerintah.
“Abang None dapat memotret potensi yang ada di Jakarta Selatan sehingga dapat memunculkan ruang kreasinya, dan bersinergi secara kolaboratif bersama pemerintah,” tutur Syafrin.
Menurut Syafrin, kreativitas yang lahir dari kolaborasi tersebut tidak hanya berdampak pada pengembangan ekonomi kreatif, tetapi juga dapat membuka peluang kerja baru.
“Ini tidak hanya akan menumbuhkan ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi upaya kita dalam membuka lapangan pekerjaan baru,” katanya.
Syafrin juga meminta para finalis Abang None Jakarta Selatan tidak berpikir bahwa mereka baru dapat bergerak ketika mendapatkan penugasan dari pemerintah.
Dia justru mendorong para finalis memiliki inisiatif untuk membuat program yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung potensi daerah.
“Jadi, jangan hanya berpikir bahwa saudara-saudara baru akan bergerak jika ada penugasan,” ujar Syafrin.
“Kalian dapat memulai dari inisiatif sendiri, yang kemudian akan kami sambut baik sebagai sebuah program kerja. Inilah yang kita kolaborasikan bersama,” sambungnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan Anita mengatakan, penyusunan program kerja Abang None Jakarta Selatan 2026 menjadi tugas bersama.
Program tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi agenda yang dijalankan selama satu tahun ke depan.
“Menjadi tugas bersama dalam menyusun program kerja Abang None Jakarta Selatan 2026 untuk satu tahun ke depan,” kata Anita.
Anita juga memberikan semangat kepada para finalis yang akan melanjutkan kompetisi di tingkat Provinsi DKI Jakarta.
“Selamat berjuang di tingkat Provinsi DKI Jakarta. Semoga saudara-saudara selalu diberikan kesehatan dan tetap menjaga fokus selama berkompetisi di sana. Doa Bapak Wali Kota beserta jajaran semoga menjadi bimbingan kita bersama,” tuturnya.
