Aliansi.co, Jakarta – Sejumlah mantan petinggi Polri yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan (PP) Polri mendatangi Mabes Polri untuk menyampaikan dukungan kepada Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto terkait penanganan kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden dan sejumlah tokoh.
Rombongan yang dipimpin Ketua Umum PP Polri Jenderal Polisi (Purn.) Bambang Hendarso Danuri tersebut diterima langsung Kapolri di Lobby Utama Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta.
Dalam audiensi tersebut, PP Polri menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kapolri mengusut dugaan tindak pidana penyadapan ilegal, pengambilan data elektronik, dan akses ilegal yang melibatkan sejumlah oknum anggota Polri.
Bambang mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi sejak menerima informasi mengenai perkara tersebut.
Bahkan, PP Polri sebelumnya telah menerima penjelasan langsung dari Wakapolri yang ditugaskan Kapolri untuk menyampaikan perkembangan penanganan kasus.
Ia mengaku prihatin atas peristiwa yang melibatkan sejumlah oknum anggota kepolisian.
Namun, para purnawirawan mengapresiasi keberanian dan ketegasan Suyudi dalam mengambil langkah penegakan hukum.
“Apa yang disampaikan Bapak Kapolri kepada kami bahwa ini bukan persaingan antara Kapolri dan mantan Kapolri. Ini murni ada peristiwa pidana yang dilakukan oleh oknum-oknum anggota Polri. Dengan kejelian dan keberanian Bapak Kapolri, beliau melakukan tindakan tegas,” ungkap Bambang, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, penindakan terhadap oknum yang diduga terlibat merupakan bagian dari komitmen menjaga kehormatan sekaligus memperbaiki institusi Polri.
Dalam kesempatan itu, Bambang juga menyampaikan tujuh pesan moral dari para senior purnawirawan kepada Kapolri dan jajaran pejabat utama.
Pesan tersebut merupakan bentuk kepedulian agar Polri tetap solid, tangguh, dan konsisten menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Salah satu pesan yang disampaikan adalah apresiasi terhadap langkah Kapolri memperkuat kerja sama dan koordinasi dengan TNI, kementerian, lembaga, serta berbagai instansi dalam menjalankan tugas kepolisian.
PP Polri juga menyampaikan penghargaan kepada Presiden Republik Indonesia atas dukungan terhadap pelaksanaan tugas Kapolri dan seluruh jajaran Polri.
Selain itu, Bambang menyoroti tingkat kepercayaan publik terhadap Polri yang disebutnya telah meningkat hingga mencapai 80 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai kebijakan Kapolri bersama jajarannya dalam mengimplementasikan semangat Polisi Bersama Masyarakat.
“Ini merupakan sesuatu yang luar biasa yang dilakukan oleh Bapak Kapolri dan seluruh jajaran. Kami mendukung kebijakan Bapak Kapolri dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, sehingga kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat sangat dirasakan keberadaannya,” tuturnya.
Sementara itu, Kapolri Suyudi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta masukan yang diberikan para senior purnawirawan.
Ia menegaskan, penanganan perkara dugaan penyadapan ilegal yang melibatkan sejumlah perwira tinggi Polri merupakan murni proses penegakan hukum dan tidak berkaitan dengan persaingan maupun kepentingan tertentu di internal institusi.
“Kami ingin Polri tetap solid dan tetap menjadi sandaran masyarakat. Kami meyakinkan bahwa ini semua murni dalam bentuk penegakan hukum dan tidak ada kaitannya dengan persaingan atau apa pun,” ujar Suyudi.
“Ini murni untuk kebaikan institusi Polri yang kita cintai dalam rangka memberikan pelayanan dan pengayoman kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” sambungnya.
