Sabtu, Oktober 3, 2026

Menko Polkam Soroti Kebakaran Hutan Kian Meluas, Singgung Hujan Buatan dan Operasi BNPB

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago menyoroti luasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Hal itu disampaikan Djamari usai Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Karhutla di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Djamari menyebut hingga kini luas wilayah hutan yang terbakar telah mencapai lebih dari 107.000 hektare.

“Sampai dengan hari ini, wilayah kita di Indonesia ini yang terbakar hutan terhitung 107 ribu hektare lebih. Karena kesungguhan kita semua, kita sudah mengerahkan banyak sekali tenaga, kemampuan, dan alat-alat penanganan untuk itu,” ujar Djamari dalam keterangan persnya, dikutip Selasa (11/8/2026).

Baca Juga :  Insiden Ledakan Amunisi Garut, Kadispenad: Total 13 Orang Meninggal Dunia

Menurut Djamari, pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan kebakaran sekaligus mencegah penyebarannya.

Salah satu upaya yang diandalkan pemerintah adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dilakukan BNPB.

Namun, menurut Djamari, efektivitas operasi tersebut sangat bergantung pada kondisi atmosfer, khususnya ketersediaan awan hujan.

“Operasi udara sebetulnya sangat efektif, terutama melalui operasi modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB. Tetapi ada satu persyaratan yang harus kita hadapi, yaitu harus ada awan hujan,” kata Djamari.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima Surat Khusus dari FIFA

Ia menyinggung upaya yang dilakukan selama ini dengan menyemai awan untuk membuat hujan.

Ia menjelaskan, penyemaian awan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

OMC baru bisa dijalankan ketika terdapat awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.

“Selama awan hujan tidak bisa kita temukan, kita tidak akan bisa membuat hujan buatan. Karena itu, perubahan cuaca sedikit apa pun yang kira-kira akan memunculkan awan hujan harus segera kita manfaatkan untuk melakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Djamari.

Baca Juga :  Jokowi-Iriana Halalbihalal ke Rumah Megawati, Gembira Bahas Pencapresan Ganjar
Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...