Sabtu, Oktober 3, 2026

Prabowo Ingatkan Pertahanan TNI, Singgung Negara Makmur dan Sangat Kuat Bisa Hancur Dibom

WIB

Aliansi.co, Bogor- Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kekuatan pertahanan dalam menjaga kedaulatan negara.

Ia mengingatkan bahwa negara-negara besar dan kaya raya saja bisa hancur jika tidak memiliki sistem pertahanan yang kuat.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat mengumpulkan Komandan Satuan TNI seluruh Indonesia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/2/2025).

Dalam sambutannya, Prabowo awalnya mengatakan bahwa fungsi sebuah negara adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah.

Baca Juga :  Momen Tegas Prabowo Minta Ganti Direksi BUMN yang Berwatak Pemalas dan Tak Berprestasi

Menurutnya, sebuah negara harus memiliki fungsi perlindungan yang sangat berkaitan dengan sistem pertahanan.

“Kita tidak bisa melindungi hanya dengan itikad baik. Kita tidak bisa melindungi hanya dengan kata-kata. Kita tidak bisa melindungi hanya dengan tulisan-tulisan. Kita tidak bisa melindungi dengan teori. Melindungi adalah dengan kekuatan,” kata Prabowo dalam sambutannya.

Prabowo mengatakan, jika sebuah negara ingin merdeka dan sejahtera, maka harus memiliki kekuatan untuk membentengi diri dan melindungi kekayaan alam yang dimiliki.

Baca Juga :  Kelakar Prabowo Ngaku Tidak Tahu Hari hingga Bikin Peserta Brazil Business Forum Tertawa

Prabowo lalu menyinggung berbagai konflik antar negara-negara kuat yang menjadi pemberitaan akhir-akhir ini.

Ia menyebut negara makmur dan sangat kuat saja bisa diinvasi dan hancur jika tidak memiliki sistem pertahanan yang baik.

“Kita diajarkan tiap hari tiap malam melalui televisi melalui berita, negara-negara yang begitu makmur, begitu kuat, begitu kaya diinvasi, dibom dihancurkan seluruh rumah pemukiman, semua sekolah, semua fasilitas, semua pembangkit listrik, semua sarana kehidupan dihancurkan,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Moeldoko Tegaskan Rocky Gerung Telak Menyerang Pribadi Presiden Jokowi

Karena itu, lanjut Prabowo, bangsa Indonesia patut bersyukur karena pemimpin-pemimpin terdahulu telah menjaga NKRI tanpa terlibat dan mengundang invasi dari negara lain.

“Berapa tahun ini bisa dikatakan 25-35 tahun lebih kita harus bersyukur bahwa pemimpin-pemimpin kita telah memelihara negara kita, memlihara NKRI tanpa terlalu terlibat, tanpa mengundang invasi dari negara lain,” kata Prabowo.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...