Selasa, Agustus 25, 2026

Prabowo Minta Polisi Serius Usut Pembakaran Hutan di Riau: Saya Tidak Main-main Ya

WIB

Aliansi.co, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto meminta Kepolisian serius menyelidiki setiap indikasi keterlibatan korporasi dalam pembakaran hutan dan lahan di Riau.

Prabowo menegaskan tidak akan ragu mencabut izin usaha korporasi yang terbukti terlibat menyuruh pihak lain melakukan pembakaran.

Prabowo bahkan meminta Kejaksaan dan unsur itelejen segera bertindak apabila menemukan indikasi keterlibatan korporasi dalam karhutla.

“Siapapun, korporasi apapun, ada sedikit indikasi mereka ikut menyuruh membakar-bakar, kita cabut izinnya. Seluruh izin korporasi itu kita cabut. Saya tidak main-main ya, tolong. Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting,” tegas Prabowo saat memimpin rapat terbatas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Posko Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbaru, Senin (24/8/2026).

Prabowo juga meminta kepada aparat penegak hukum tidak menunggu kebakaran meluas untuk melakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Kisruh Contekan Jokowi, Timnas AMIN Dorong Tom Lembong-Luhut Debat di Podcast

Setiap indikasi keterlibatan pihak tertentu, terutama korporasi, harus segera ditindaklanjuti.

“Kalau ada korporasi yang menyuruh, itu saya minta polisi, kejaksaan, selidiki. Intelijen selidiki. Kalau ada indikasi, segera laporan, kita segera cabut,” ujarnya.

Selain menekankan penegakan hukum, Prabowo menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah melakukan langkah pencegahan sedini mungkin.

Setiap titik panas atau hotspot harus segera ditangani agar tidak berkembang menjadi titik api dan meluas menjadi karhutla.

Presiden meminta aparat bersama pemerintah daerah segera turun ke lokasi yang terdeteksi memiliki hotspot.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membangun sumur bor untuk menyediakan sumber air di kawasan rawan kebakaran.

“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Tolong masuk ke titik hotspot itu. Segera saja masuk ambil tindakan dini. Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Kabar Duka, Paus Fransiskus Tutup Usia, Sempat Dirawat Intensif karena Pneumonia

Menurut dia, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman setelah api membesar.

Upaya pencegahan harus dilakukan sejak munculnya indikasi awal kebakaran.

Prabowo juga meminta aparat memperkuat edukasi kepada masyarakat, khususnya di tingkat desa.

Prabowo menyebut masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa pembakaran lahan dilarang dan berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan maupun masyarakat.

“Kemudian semua aparat mencegah kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apa pun. Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur, di semua desa. Beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang keras,” imbuhnya.

Presiden meminta pemerintah daerah bersama TNI dan Polri memberikan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan lahan untuk kegiatan pertanian.

Baca Juga :  Kapolri Mutasi 702 Personel, Ketua KPK Geser jadi Itwasum

Masyarakat yang hendak membuka lahan diminta melaporkannya kepada kepala desa, camat, atau bupati agar prosesnya dapat dilakukan secara terorganisasi dan tidak menggunakan metode pembakaran liar.

“Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka. TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah, membantu rakyat,” jelas Prabowo.

Menurut Prabowo, pengelolaan pembukaan lahan bagi masyarakat dapat dilakukan melalui kelompok tani dan koperasi.

Dukungan pembiayaan juga dapat menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun mekanisme lainnya.

“Diorganisir, per kelompok tani, diorganisir, nanti biayanya bisa melalui KUR koperasi. Tapi tidak boleh mereka liar,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...