Aliansi.co, Bali — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sumber dana yang membuat Indonesia mampu memiliki ratusan helikopter hingga alat berat untuk mendukung berbagai kebutuhan negara.
Menurut Prabowo, pencapaian tersebut tidak terlepas dari upaya pemerintah menyelamatkan keuangan negara dari kebocoran akibat korupsi.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan launching dan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp (Gigawatt peak) di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung upaya pemerintah dalam menyediakan berbagai peralatan, termasuk ratusan helikopter dan alat berat.
Ia mengungkap bagaimana negara dapat memenuhi kebutuhan tersebut apabila tidak memiliki sumber dana yang cukup.
“Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat, kalau kita tidak punya uang,” kata Prabowo, dilansir dari YouTube Setpres, Rabu (26/8/2026).
Prabowo kemudian menjelaskan bahwa salah satu sumber dana tersebut berasal dari upaya pemerintah menyelamatkan uang negara yang sebelumnya dinilai bocor akibat praktik korupsi.
“Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pemerintah selama ini terus berupaya menghentikan berbagai bentuk kebocoran dalam pengelolaan keuangan negara.
Namun, ia menegaskan upaya tersebut belum cukup dan harus terus diperkuat.
“Selama ini kita hentikan kebocoran-kebocoran itu, kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti capaian Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ia menilai kinerja lembaga tersebut menunjukkan hasil yang membanggakan dalam mendorong peningkatan kinerja badan usaha milik negara (BUMN).
“Sebagai contoh, prestasi Danantara, menurut saya membanggakan,” ujar Prabowo.
Bahkan, Prabowo menilai jajaran pimpinan Danantara layak mendapatkan penghargaan dari negara atas capaian yang telah diraih.
“Saya kira, pimpinan Danantara pantas mendapat bintang tanda kehormatan dari negara,” katanya.
Prabowo mengklaim dalam waktu kurang dari dua tahun, pendapatan Danantara dan BUMN-BUMN mengalami peningkatan hingga ratusan persen.
Sejumlah perusahaan pelat merah yang sebelumnya mengalami kerugian selama bertahun-tahun, kata dia, kini mulai mencatatkan keuntungan.
“Dalam kurang dua tahun, penghasilan Danantara, penghasilan BUMN-BUMN naik ratusan persen,” kata Prabowo.
“Beberapa BUMN yang belasan tahun, puluhan tahun rugi, sekarang mulai untung, naiknya kadang-kadang di luar yang bisa kita duga,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, capaian tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan dan integritas jajaran Danantara dalam mengelola perusahaan negara.
“Ini karena kepemimpinan, ini karena leadership, ini karena pimpinan Danantara jujur, punya rasa cinta tanah air yang besar,” tuturnya.
