Sabtu, Juli 4, 2026

PSI Kota Bekasi Tidak Terima Acara Ngamen Bareng Giring Dituduh Pelanggaran Kampanye

WIB

Aliansi.co, Bekasi– Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bekasi tidak terima atas tuduhan pelanggaran kampanye yang disampaikan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Bekasi Timur dalam rapat pleno.

Tuduhan pelanggaran pidana dalam acara ‘Ngamen Bareng’ PSI yang digelar di Kavling Tugu Bekasi Timur dinilai tidak berdasar.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Bekasi, Tanti Herawati kepada awak media, Selasa (21/3/2023).

Tanti Herawati mengklaim, kegiatan solidaritas partai tersebut disaksikan dan diawasi langsung oleh anggota Panwascam saat acara Ngamen Bareng PSI berlangsung.

“Kalau memang ada indikasi pidana, seharusnya ada teguran langsung dan dibubarkan kala acara berlangsung,” ujar Hera panggilan akrabnya.

Baca Juga :  Jokowi Tegaskan Presiden Boleh Kampanye dan Memihak di Pilpres, Asalkan Tidak...

Kata Her, acara Ngamen Bareng pada Minggu sore (19/3/2023) di Kavling Tugu merupakan bagian dari sosialisasi PSI Bekasi.

Apalagi dalam acara itu hadir Ketua Umum PSI, H. Giring Ganesha Djumaryo, yang tampil membawakan beberapa lagu populer.

Selain Giring, hadir juga kader PSI Kota Bekasi, Doadibadai Hollo, mantan kibordis Kerispatih.

Acara ini menurutnya sangat menghibur dan disambut hangat oleh warga sekitar.

Sebelumnya Hera sudah menegaskan bahwa acara itu merupakan bentuk sosialisasi yang diperbolehkan oleh KPU dan Bawaslu.

“Partai politik peserta Pemilu diperbolehkan melakukan sosialisasi ke masyarakat sebelum kampanye dimulai pada 28 November mendatang,” tegas Hera.

Baca Juga :  PSI Ajukan 580 Bacaleg DPR, Target Raih 15 Juta Suara Pemilu 2024

Perempuan yang akan maju menjadi walikota Bekasi di Pilkada 2024 ini mempertanyakan keputusan Panwascam yang diambil tanpa memanggil PSI.

“Kalau mau membuat keputusan PSI melanggar aturan, kami seharusnya dipanggil dahulu untuk dimintai keterangan,” sesalnya.

Hera menganggap Panwascam Bekasi Timur mengaku belum menerima surat pemberitahuan tentang acara ini.

“Namun pada faktanya kami sudah bersurat sebelumnya perihal acara Ngamen Solidaritas ke Bawaslu Kota Bekasi,” katanya.

“Yang menjadi pertanyaan adalah,kenapa beredar informasi bahwasanya Panwascam tidak menerima surat dari PSI terkait acara Ngamen Solidaritas? Berarti internal Panwascam patut dipertanyakan,sehingga tidak menerima pemberitahuan dari PSI. Lagipula kalau tidak terima surat kok anggotanya bisa datang dan mengawasi,” sambungnya.

Baca Juga :  Antisipasi Pelanggaran, Bawaslu Susun Pemetaan Indikator Kerawanan Pemilu 2024

Menurut survey beberapa lembaga, elektabilitas PSI dan Tanti Herawati menunjukkan trend positif bila dilihat dari grafik para pemuda & masyarakat Kota Bekasi.

Ada peningkatan sangat signifikan untuk partai politik dan memungkinkan PSI untuk mengusung balon Wali Kota Bekasi dari internal.

“Apresiasi masyarakat dan pemuda Kota Bekasi adalah sebuah magnet yang tidak bisa dihindari dewasa ini, mudah-mudahan dengan perhatian publik bahkan Panwascam saja selalu tertuju setiap PSI dan Tanti Herawati melakukan kegiatan atau program pro masyarakat,” ujarnya. (Tohom)

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...