Selasa, September 29, 2026

Sosok Yanuar Arif Wibowo, Anggota DPR yang Semprot Kalapas Cibinong Gegara Banyak Berbohong

WIB

Berdasarkan daftar riwayat hidup anggota MPR RI, Yanuar lahir di Surabaya pada 4 Januari 1978 dan saat ini duduk sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah VIII.

Sebelum menjadi anggota DPR, Yanuar telah memiliki pengalaman panjang di organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, politik, dan lingkungan parlemen.

Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 3 Surabaya pada 1990, kemudian SMPN 13 Surabaya pada 1993 dan SMAN 16 Surabaya pada 1996.

Yanuar selanjutnya menempuh pendidikan jurusan Hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada 2010.

Baca Juga :  Selain Tangerang, Bareskrim Polri Turun Usut Kasus Pagar Laut Bekasi dan Sidoarjo

Pengalaman organisasinya dimulai sejak menjadi mahasiswa. Pada 1997-1998, ia tercatat sebagai anggota BPM Fakultas Sastra UI.

Selanjutnya, Yanuar menjadi Ketua Bidang Sosial Politik BEM UI periode 1999-2000 dan Ketua Litbang BEM UI pada 2000-2001.

Pada periode yang sama, ia juga tercatat sebagai Ketua Bidang Humas KAMMI Pusat.

Pengalaman di parlemen juga telah dijalani Yanuar sebelum menjadi anggota DPR.

Ia pernah menjadi Asisten Anggota DPR RI pada 2004-2009.

Di bidang kepemudaan, Yanuar pernah menjabat Sekretaris Jenderal DPN Gema Keadilan pada 2005-2010, Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia DPP KNPI pada 2007-2010, serta Wakil Ketua Umum DPN Gema Keadilan pada 2008-2011.

Baca Juga :  Jalani Pemeriksaan Awal, Bupati Etik Suryani Dikorek KPK hingga Dini Hari

Karier politiknya di PKS dimulai pada 2010 ketika ia tercatat sebagai Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan DPP PKS periode 2010-2015.

Yanuar juga pernah menjadi Ketua DPRa Kukusan, Beji, Depok pada 2011-2012 serta Ketua Bidang Politik dan Koordinator Wilayah Jawa Timur DPP KNPI pada 2012-2015.

Sejumlah jabatan organisasi kemudian kembali diembannya. Sejak 2017, Yanuar tercatat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Semanggi 16.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Lantik Luhut Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional

Ia juga menjabat Wakil Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan sejak 2020 serta menjadi Pembina DPP Gema Keadilan.

Pada 2021, ia mendirikan Komunitas Peduli Kampung Sendiri dan tercatat sebagai founder.

Pada periode 2022-2027, Yanuar tercatat sebagai Dewan Pengawas sekaligus Anggota Dewan Penasihat Keluarga Alumni KAMMI.

Kini, Yanuar menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI periode 2024-2029 dan menjadi bagian dari Komisi XIII DPR RI.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...