Selasa, September 29, 2026

Tak Ada Ampun, BGN Copot Langsung Kepala SPPG Jika Terjadi Kasus Keracunan

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap kasus keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai bentuk ketegasan, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan langsung dicopot dari jabatannya apabila terjadi insiden keracunan di dapur yang menjadi tanggung jawabnya.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala BGN Sudaryono setelah melakukan evaluasi menyusul insiden keracunan yang terjadi di Semarang.

“Setiap ada kasus keracunan, dapur atau SPPG langsung kami suspend. Kepala SPPG kami copot, kemudian kami investigasi apakah terjadi kelalaian atau ada unsur lain. Hasil investigasi itu menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya,” ujar Sudaryono dalam keterangan persnya, Selasa (4/8/2026).

Baca Juga :  Kilauan Emas Batangan Warnai Ekspose Barang Bukti di Polda Metro Jaya

Selain pencopotan kepala SPPG, lanjurnya, BGN juga memutuskan mengubah klasifikasi kasus keracunan dari yang sebelumnya berstatus kejadian menonjol menjadi kejadian fatal.

Menurut Sudaryono, perubahan status itu menunjukkan bahwa setiap insiden yang mengancam kesehatan penerima manfaat harus ditangani secara serius.

“Sesuai dengan rapat tadi kami putuskan bahwa keracunan menjadi kejadian fatal. Ini menyangkut nyawa seseorang, kondisi kesehatan seseorang. Kami berharap ini menjadi kasus yang pertama dan terakhir semenjak saya menjadi Kepala Badan,” tegasnya.

Baca Juga :  Polri Pastikan Kasus 'Bajingan Tolol' Rocky Gerung Jalan Terus Meski PDIP Cabut Laporan

Ia menjelaskan, setiap SPPG yang diduga menjadi sumber kasus keracunan akan langsung dihentikan sementara operasionalnya atau disuspend untuk menjalani investigasi secara menyeluruh.

Proses pemeriksaan mencakup hasil uji laboratorium terhadap makanan, penerapan standar higiene dan sanitasi, kepatuhan terhadap prosedur operasional, hingga evaluasi terhadap seluruh personel yang bertugas di dapur.

Sudaryono menegaskan, pencopotan kepala SPPG bukan sekadar bentuk hukuman, tetapi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang mengutamakan keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  Hakim MK Pertanyakan Kompensasi Delay Pesawat Hanya Rp300 Ribu: Karena Ini Tidak Masuk Akal

“Zero tolerance terhadap kasus keracunan. Ini menyangkut nyawa, kondisi kesehatan, dan keamanan anak-anak kita, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...

Karaoke di PIK Jakarta, Mahasiswi Asal Banten Tewas Overdosis Diduga Narkoba

Aliansi.co,Jakarta- Seorang mahasiswi berinisial S asal Serang, Banten, ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2026). Korban diduga...