Sabtu, Agustus 22, 2026

Usai Insiden KRL Diseruduk, Menteri PPPA Usulkan Gerbong Laki-laki di Ujung, Perempuan Pindah ke Tengah

WIB

Aliansi.co,Bekasi- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengusulkan agar gerbong penumpang laki-laki ditempatkan di bagian ujung rangkaian kereta rel listrik (KRL), menyusul insiden KRL yang diseruduk KA Argo Bromo di wilayah Bekasi.

Usulan tersebut disampaikan Arifah setelah menjenguk korban kecelakaan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Ia menilai, penataan ulang posisi gerbong perlu dilakukan sebagai langkah evaluasi untuk meningkatkan keselamatan penumpang, khususnya perempuan.

“Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan.

Baca Juga :  Prabowo Terima Penghargaan Kalung Berlian dari Presiden Peru, Begini Desainnya

Menurut Arifah, selama ini gerbong khusus wanita ditempatkan di bagian depan atau belakang rangkaian dengan tujuan menghindari penumpukan penumpang.

Kebijakan tersebut juga dimaksudkan agar proses naik-turun penumpang lebih tertib.

Namun, insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo menjadi perhatian serius, terlebih karena seluruh korban dilaporkan berasal dari gerbong khusus wanita yang berada di ujung rangkaian.

“Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan KAI. Memang selama ini penempatan di ujung untuk menghindari rebutan penumpang,” katanya.

Baca Juga :  Segera Disahkan, Menteri PANRB Ungkap Tujuh Transformasi RUU ASN

Kendati demikian, ia menilai perlu adanya perubahan kebijakan dengan menempatkan gerbong khusus wanita di bagian tengah rangkaian.

Sementara itu, gerbong di bagian depan dan belakang diisi oleh penumpang laki-laki atau campuran.

“Dengan peristiwa ini, kami mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ucap Arifah.

Diketahui, kecelakaan KRL diseruduk KA Argo Bromo terjadi di lintas Bekasi Timur ketika tengah melaju di jalur komuter, pada Senin (27/4/2026) malam.

Baca Juga :  Prabowo di Sidang Kabinet: Pemimpinnya Selalu Ditakut-takuti

Diduga terjadi gangguan dalam pengaturan perjalanan kereta atau miskomunikasi sinyal, sehingga kedua kereta berada pada lintasan yang beririsan.

KA Argo Bromo kemudian menabrak rangkaian KRL dari arah belakang.

Benturan keras tidak terhindarkan, dengan dampak paling parah terjadi pada gerbong bagian ujung KRL.

Gerbong tersebut diketahui merupakan gerbong khusus wanita, sehingga sebagian besar korban berasal dari penumpang perempuan yang berada di bagian itu.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...