Selasa, Juli 21, 2026

Prabowo di Sidang Kabinet: Pemimpinnya Selalu Ditakut-takuti

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyinggung berbagai tekanan yang kerap dihadapi para pemimpin Indonesia dalam mengambil kebijakan strategis.

Menurutnya, pemerintah sering kali dibuat ragu dengan berbagai kekhawatiran, mulai dari kondisi pasar hingga penilaian lembaga pemeringkat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menjalankan pembangunan dengan rasa takut.

Prabowo mengatakan Indonesia harus memiliki keyakinan terhadap kemampuan sendiri dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Ia menilai kepentingan rakyat harus menjadi dasar utama dalam setiap keputusan pemerintah.

“Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini, pemimpinnya selalu ditakut-takuti. Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency, takut dengan itu,” ujar Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Setpres, Senin.

Baca Juga :  Soal Legalitas Ganja untuk Kepentingan Medis, Komisi III Minta Pemerintah Akhiri Ambigiutas

Presiden menegaskan pemerintah tidak boleh kehilangan keberanian hanya karena adanya tekanan atau kekhawatiran terhadap respons pihak luar.

Menurutnya, pembangunan harus tetap berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang asasi, yang basic,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, prinsip pembangunan yang dijalankan pemerintah juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Presiden Prabowo dan PM India Perkuat 5 Kerja Sama, Berikut Kesepakatannya

“Basic bukan menurut selera kita. Basic menurut pakar-pakar dunia. Basic menurut PBB. Sustainable Development Goals,” ucapnya.

Prabowo juga menyampaikan sejumlah capaian pemerintah yang dinilainya menjadi bukti bahwa arah pembangunan nasional berjalan sesuai jalur.

Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta mencatat nilai tukar petani yang juga berada pada level tertinggi.

“Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Rusun ASN di IKN Dibangun 47 Tower, Mulai Juli 2024 Siap Ditempati Pegawai

Selain pangan, ia juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam sektor energi melalui produksi B50, yaitu bahan bakar solar dengan kandungan 50 persen berbasis kelapa sawit.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap fokus pada agenda besar menghapus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Ia menyebut kedua hal tersebut merupakan bagian dari tujuan pembangunan yang harus diperjuangkan.

“SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan,” kata Prabowo.

“Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” lanjutnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pengacara Muda Tewas Jatuh dari Lantai 46 Apartemen, Polisi Ungkap Kronologi

Aliansi.co,Jakarta- Kabar meninggalnya pengacara muda Rocky Martin Napitupulu (28) menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Rocky ditemukan tewas usai diduga terjatuh dari...

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...