Selasa, September 29, 2026

Prabowo di Sidang Kabinet: Pemimpinnya Selalu Ditakut-takuti

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menyinggung berbagai tekanan yang kerap dihadapi para pemimpin Indonesia dalam mengambil kebijakan strategis.

Menurutnya, pemerintah sering kali dibuat ragu dengan berbagai kekhawatiran, mulai dari kondisi pasar hingga penilaian lembaga pemeringkat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menjalankan pembangunan dengan rasa takut.

Prabowo mengatakan Indonesia harus memiliki keyakinan terhadap kemampuan sendiri dalam menentukan arah kebijakan nasional.

Ia menilai kepentingan rakyat harus menjadi dasar utama dalam setiap keputusan pemerintah.

“Kita bangsa Indonesia yang 287 juta ini, pemimpinnya selalu ditakut-takuti. Supaya kita memimpin dengan ketakutan. Takut dengan pasar, takut dengan ini, takut dengan rating agency, takut dengan itu,” ujar Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Setpres, Senin.

Baca Juga :  Bertemu di Malacanang, Jokowi dan Marcos Jr Bahas Kerja Sama Polkam hingga Alutsista

Presiden menegaskan pemerintah tidak boleh kehilangan keberanian hanya karena adanya tekanan atau kekhawatiran terhadap respons pihak luar.

Menurutnya, pembangunan harus tetap berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri. Kita percaya kepada hal-hal yang asasi, yang basic,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, prinsip pembangunan yang dijalankan pemerintah juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Prabowo Lantik Kompolnas Baru, Budi Gunanawan dan Tito Karnavian Jadi Pimpinan

“Basic bukan menurut selera kita. Basic menurut pakar-pakar dunia. Basic menurut PBB. Sustainable Development Goals,” ucapnya.

Prabowo juga menyampaikan sejumlah capaian pemerintah yang dinilainya menjadi bukti bahwa arah pembangunan nasional berjalan sesuai jalur.

Ia menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, serta mencatat nilai tukar petani yang juga berada pada level tertinggi.

“Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada 8 komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI. Nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  Putra Yasonna Laoly Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan Monopoli Bisnis di Lapas

Selain pangan, ia juga menyoroti keberhasilan Indonesia dalam sektor energi melalui produksi B50, yaitu bahan bakar solar dengan kandungan 50 persen berbasis kelapa sawit.

Menurut Prabowo, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Prabowo menegaskan pemerintah tetap fokus pada agenda besar menghapus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Ia menyebut kedua hal tersebut merupakan bagian dari tujuan pembangunan yang harus diperjuangkan.

“SDG pertama adalah no poverty. Tidak ada kemiskinan,” kata Prabowo.

“Zero hunger. Zero hunger. Tidak boleh ada orang Indonesia yang lapar,” lanjutnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...

Karaoke di PIK Jakarta, Mahasiswi Asal Banten Tewas Overdosis Diduga Narkoba

Aliansi.co,Jakarta- Seorang mahasiswi berinisial S asal Serang, Banten, ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (9/9/2026). Korban diduga...