Jumat, Juli 17, 2026

DPR Desak Pelaku Pembubaran Retret Pelajar di Sukabumi Dijerat Pidana, Mediasi-Damai Tak Cukup

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Dewan Perwakilan Rakyat-Republik Indonesia (DPR-RI) mengecam keras aksi persekusi dan pembubaran retret pelajar Kristen di Desa Tangkil, Kecamaan Cidahu, Sukabumi yang viral di media sosial.

DPR mendesak pelaku pembubaran ibadah tanpa dasar hukum harus dijerat sanksi pidana dengan pasal berlapis.

Anggota Komisi III DPR RI, Sarifudin Sudding mengatakan bahwa hak atas kebebasan beragama dan beribadah dijamin oleh UUD 1945 dan tidak bisa dibatalkan oleh opini mayoritas atau tekanan lokal.

“Pembubaran ibadah yang tidak didasarkan pada putusan hukum atau alasan yang sah secara administratif harus dikategorikan sebagai bentuk pelanggaran hukum dan dapat dikenakan sanksi pidana,” kata Sarifudin Suddding dalam keterangannya, dikutip Kamis (3/7/2025).

Baca Juga :  Polda Metro Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu Asal China, Berawal dari Penghuni Kos di Pondok Aren

“Termasuk pasal-pasal terkait perbuatan tidak menyenangkan, ujaran kebencian, atau diskriminasi berbasis agama,” sambungnya.

Menurutnya, kasus pembubaran dan pengrusakan tersebut bukan semata soal disharmoni sosial, tetapi menyangkut soal kepastian hukum dan keberanian negara dalam melindungi hak asasi rakyatnya.

Ia menegaskannegara tidak boleh kalah oleh tekanan kelompok mana pun dalam menjamin hak konstitusional warganya untuk beribadah.

“Ketika ibadah yang sah dibubarkan oleh tekanan kelompok, maka yang tercederai bukan hanya minoritas agama, tapi prinsip keadilan dan supremasi hukum itu sendiri,” kata Sudding.

Karena itu, Suding meminta kepada pihak kepolisian yang tengah mengembangkan kasus tersebut untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Baca Juga :  Bareskrim Usut Kasus Suap Dana Insentif Pemkot Balikpapan, Sejumlah Pejabat Terseret

“Kepolisian harus bertindak tegas agar kejadian seperti itu tidak berulang dan menjadi preseden buruk yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan harmoni kehidupan bermasyarakat,” pintanya.

Kecaman juga disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja.

Abraham menilai kejadian tersebut telah mencoreng wajah toleransi Indonesia di mata dunia.

Ia pun mendesak pemerintah untuk segera menggelar evaluasi nasional terhadap kebebasan beragama dan perlindungan kelompok minoritas.

“Jangan tunggu bangsa ini terbakar karena kita membiarkan api kecil intoleransi terus menyala di banyak tempat. Kita ini negara hukum, bukan negara preman.”

Abraham juga mendesak Kapolri dan Polda Jawa Barat untuk menangkap para pelaku yang terlibat dalam aksi tersebut.

Baca Juga :  Akal-akalan Lukas Enembe, Bikin Pergub Legalkan Biaya Makan Minum Rp 1 Miliar Per Hari

Ia menekankan bahwa pendekatan damai dan mediasi tidak cukup menyelesaikan kasus seperti ini.

“Kalau negara tidak hadir dan pelaku tidak ditindak, maka yang tumbuh adalah ketakutan dan kebencian. Aparat jangan hanya menengahi. Tangkap pihak-pihak yang terlibat,” ujarnya.

Sebelumnya, video perusakan rumah yang diduga dijadikan tempat ibadah di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat, viral di media sosial.

Terlihat dalam video yang dibagikan oleh akun tersebut, sekelompok orang menurunkan kayu salib.

Sebagian warga menghancurkan sejumlah fasilitas rumah seperti kaca.

Mereka juga tampak melakukan persekusi terhadap pelajar saat berupaya meninggalkan lokasi.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terungkap Kadar Emas 74 Kg yang Disita Polisi dari Rumah Eks Jampidsus, Valas Bagaimana?

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap hasil pemeriksaan terhadap barang bukti yang disita dalam kasus dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), hingga suap perkara...

Fakta Baru di Balik Teror Bom SD di Jaksel, Ternyata Gegara soal Pembelian Seragam Sekolah

Aliansi.co,Jakarta-Terungkap fakta baru di balik kasus ancaman teror bom yang menyasar SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengungkap aksi yang menggegerkan di...

Awal Terungkapnya Wali Murid sebagai Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah, Bermula dari Jejak Ini 

Aliansi.co,Jakarta- Kasus teror ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, akhirnya berhasil diungkap polisi. Polisi mengungkap identitas pelaku yang ternyata merupakan seorang...

Tiga Polisi Gugur Diserang Gembong Narkoba, Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Anumerta

Aliansi.co, Jakarta- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) Anumerta kepada tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan...

Bang Jago di Jagakarsa Positif Narkoba, Dalih Pukul Orang karena Dengar “Bisikan”

Aliansi.co,Jakarta – Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pemukulan yang dilakukan FRS (37), pengendara Kawasaki Ninja RR yang videonya viral setelah menampar seorang pemotor...