Sabtu, Oktober 3, 2026

UGM Angkat Bicara soal Status Alumni Jokowi, Singgung Pernyataan Mantan Rektor

WIB

Aliansi.co, Yogyakarta- Universitas Gadjah Mada (UGM) angkat bicara soal status alumni mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

UGM menyinggung pernyataan mantan Rektor UGM Sofian Effendi, yang menyangsikan status Jokowi sebagai alumnus UGM.

Pernyataan itu disampaikan Sofian Effendi dalam sebuah tayangan live streaming di channel YouTube pada Rabu (16/7).

UGM menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai dengan data dan bukti akademik yang dimiliki oleh Fakultas Kehutanan.

Dalam keterangan resminya, Sekretaris Universitas Gadjah Mada, Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu, menyampaikan UGM keberatan terhadap pernyataan Sofian Effendi.

Baca Juga :  Ada Menteri Tak Ikut Upacara HUT RI di Istana, Ini Penjelasan Mensesneg

“Universitas Gadjah Mada menyampaikan bahwa pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan berbeda dengan data dan bukti-bukti akademik yang dimiliki oleh pihak Fakultas Kehutanan UGM,” kata Andi melalui laman resmi UGM, dikutip Jumat (18/7/2025).

Ia pun menyayangkan pihak-pihak yang dianggap telah mempengaruhi Sofian untuk menyampaikan opini yang tidak berdasar.

“Kami menyayangkan pihak-pihak yang telah menggiring beliau untuk menyampaikan opini yang keliru dan tidak berdasar. Pernyataan tersebut akan berdampak hukum dan menjadi risiko bagi Bapak Sofian Effendi secara pribadi,” kata dia.

Baca Juga :  Buntut Biaya Renovasi Toilet Rp 4,8 Miliar, Komisi III Minta DPD RI Rasional Susun Anggaran

UGM juga menegaskan kembali posisinya yang telah disampaikan dalam siaran pers bertanggal 15 April 2025 di laman resminya.

Dalam siaran tersebut, UGM menyatakan secara tegas bahwa Presiden Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan UGM.

“Joko Widodo adalah alumnus Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Yang bersangkutan telah melaksanakan seluruh proses studi yang dimulai sejak tahun 1980 dengan nomor mahasiswa 80/34416/KT/1681 dan lulus pada tanggal 5 November 1985,” ujar Andi.

Ia menegaskan, UGM tidak terlibat dalam konflik kepentingan antara Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) dengan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Dewan Pers: Perusahaan Media Wajib Bayar THR Wartawan, Organisasi Pers Dilarang Minta-minta

Sebagai institusi publik, UGM tetap berpegang pada ketentuan hukum yang berlaku.

“UGM sebagai institusi publik yang melaksanakan sistem pendidikan tinggi di Indonesia terikat dengan Peraturan Perundang-undangan mengenai perlindungan data pribadi dan Keterbukaan Informasi Publik,” katanya.

“Oleh sebab itu, UGM hanya bersedia menunjukkan data yang bersifat publik, sedangkan data yang bersifat pribadi hanya akan diberikan jika diminta secara resmi oleh aparat penegak hukum,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...