Sabtu, Oktober 3, 2026

Antisipasi Ajakan Provokasi, Polisi Awasi Live di Medsos saat Berlangsung Demo Buruh

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Tim Siber Polda Metro Jaya (PMJ) mengintensifkan patroli digital untuk memantau aktivitas siaran langsung atau live streaming yang dilakukan para demonstran saat aksi unjuk rasa buruh di depan Gedung DPR RI, Kamis (28/8/2025).

Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi provokasi serta penyebaran informasi yang dapat memicu kericuhan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, pemantauan ini sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.

“Kami melakukan pemantauan dan edukasi. Tim juga sudah melakukan komunikasi serta memberikan imbauan saat menemukan ada yang sedang live, terutama jika ditemukan ajakan-ajakan yang bersifat provokatif,” ujar Kombes Pol Ade Ary dalam keterangan persnya, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Irjen Karyoto Minta Dishub Kerjasama Pecahkan Kemacetan Jakarta

Ia mengungkapkan, ada fenomena baru yang muncul saat aksi unjuk rasa buruh pada 25 Agustus lalu yang sempat berakhir ricuh.

Menurutnya banyak individu yang datang ke lokasi demo bukan untuk menyampaikan aspirasi, melainkan hanya untuk melakukan siaran langsung demi mendapatkan perhatian di media sosial.

“Ini ada metode baru, mudah-mudahan tidak terjadi lagi. Mereka mengajak masyarakat untuk melakukan aksi hanya lewat live TikTok,” tuturnya.

Baca Juga :  Beasiswa ke Jepang Tembus Rp 910 Juta per Tahun, Rano Karno Tekankan Akuntabilitas

Pihak kepolisian menegaskan akan mengambil tindakan tegas jika ditemukan pelanggaran pidana dalam penggunaan media sosial saat aksi berlangsung.

Ade Ary pun mengingatkan para demonstran dan pengguna media sosial untuk lebih bijak dalam memanfaatkan platform digital.

“Jadi mohon medsos itu dipakai dengan bijak,” tegasnya.

Dalam rangka mengamankan jalannya aksi hari ini, lanjutnya, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.531 personel gabungan.

Rinciannya, sebanyak 2.174 personel berasal dari Polda Metro Jaya, dan 1.725 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemda Provinsi DKI Jakarta, serta 632 personel dari Polres jajaran.

Baca Juga :  Dukung Pilkada Jakarta, Wali Kota Jaksel Tegaskan 5 Hal Ini kepada Jajarannya

Terkait lalu lintas, kepolisian akan memberlakukan pengalihan arus secara situasional tergantung pada kondisi di lapangan.

“Rekayasa arus lalu lintas sifatnya situasional. Jika massa yang hadir cukup banyak dan menggunakan ruas jalan depan DPR, maka arus lalu lintas akan dialihkan. Namun bila masih memungkinkan berbagi jalan dengan masyarakat lain, maka tidak dilakukan pengalihan,” jelas Ade Ary.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...