Rabu, Oktober 28, 2026

Prabowo Dorong Kepala Daerah Bersih dan Adil, Contoh Kekaisaran Turki

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mendorong seluruh kepala daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan adil demi kemajuan bangsa.

Dalam pidatonya saat membuka APKASI Otonomi Expo Tahun 2025 di BSD Tangerang Selatan, Prabowo menegaskan, bahwa pemimpin daerah adalah sosok yang paling dekat dengan rakyat dan harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan pemerintahan yang baik.

“Saudara-saudara adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bersama camat, bersama kepala desa, Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat,” kata Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Setpres, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Momen Prabowo Tunjuk-tunjuk Jaksa, Sentil Pejabat TNI-Polri: Pakai Bintang Juga Kau

“Saudara-saudara adalah seharusnya yang paling tahu denyut nadi rakyat. Saudara-saudara seharusnya yang paling peka terhadap kesulitan rakyat,” sambungnya.

Prabowo menyampaikan, pembangunan bangsa tidak bisa lepas dari kualitas pemerintahan.

Ia menyebut, keberhasilan suatu negara ditentukan oleh tiga unsur utama yang telah terbukti dalam catatan sejarah.

“Satu adalah tentara yang unggul. Dua adalah polisi dan keamanan yang unggul. Ketiga, dan ini tidak dalam urutan siapa yang lebih penting, yang ketiga adalah pemerintahan yang unggul. Yaitu disebut dalam bahasa Inggrisnya adalah excellent civil service. Saya gabungkan menjadi pemerintahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Momen Gubsu Edy Rahmayadi Sindir Kepala Daerah Tembak Begal di Medan

Prabowo mencontohkan dari sejarah Kekaisaran Ottoman (Turki Utsmani), yang menurutnya bertahan selama berabad-abad karena menjunjung tinggi kepemimpinan yang berlandaskan moral, pendidikan, dan tata kelola yang baik.

“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” lanjut Prabowo.

Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa tanggung jawab menjaga integritas pemerintahan adalah amanat bersama, dari Presiden hingga pejabat di tingkat desa.

Baca Juga :  Mendagri Tito Minta Pencairan THR dan Gaji ke-13 Dipercepat, Kepala Daerah Boleh Langsung

“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya. Dan ini kewajiban semua bupati-bupati, dan wali kota-wali kota, dan camat-camat, dan kepala-kepala desa, dan lurah-lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Tidak mungkin ada kemakmuran. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” tegasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Operasi Patuh 2026 Dimulai, Sasaran Razia Kendaraan yang Lawan Arus

Aliansi.co, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menjadikan pelanggaran melawan arus sebagai salah satu sasaran utama dalam Operasi Patuh 2026 yang digelar serentak...

Noverizky Tri Putra Pimpin LBH Ilumni FH Unpar

Aliansi.co, Jakarta- Noverizky Tri Putra dipercaya menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ilumni Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), menggantikan Yopi Gunawan. Dalam kepemimpinan...

Kapolri Ungkap Keterlibatan Pihak Asing di Balik Karhutla 

Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing dalam sejumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Dari...

Marak Penipuan Online, Ini Arahan Kapolri Jenderal Suyudi

Aliansi.co, Jakarta – Maraknya berbagai modus penipuan online mendorong Polri mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif menjaga keamanan di ruang digital. Kapolri Jenderal Polisi...

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...