Aliansi.co, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit rakyat mencapai Rp400 triliun pada 2027.
Pembiayaan tersebut akan diarahkan kepada petani, nelayan, masyarakat pedesaan, warga di daerah terpencil dan tertinggal, hingga kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan untuk menggerakkan perekonomian dari bawah.
Target itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” ujar Prabowo.
Prabowo mengapresiasi penyaluran kredit yang sejauh ini telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga.
Ia berharap penyaluran pembiayaan tersebut terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat memperoleh akses keuangan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan taraf hidup.
Menurut Prabowo, perluasan kredit rakyat menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong aktivitas ekonomi agar tidak hanya terpusat di tingkat atas, tetapi juga tumbuh di daerah.
Pemerintah, kata dia, ingin memastikan seluruh wilayah Indonesia mendapatkan perhatian dalam pembangunan ekonomi.
“Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” katanya.
Prabowo menegaskan, kekuatan ekonomi nasional harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
Hal itu terutama bagi mereka yang bekerja di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga menyoroti peran masyarakat, termasuk para ibu yang turut bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari kondisi kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” ucapnya.
Prabowo menambahkan, peningkatan kesejahteraan tidak cukup hanya disampaikan sebagai slogan.
Pemerintah, menurutnya, harus memastikan penghasilan riil masyarakat meningkat dan setiap keluarga memiliki daya beli yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegasnya.
