Aliansi.co, Jakarta- Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan M. Anwar meminta seluruh pengelola ruang publik untuk tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya.
Hal tersebut disampaikan Anwar saat membuka Talkshow Ciptakan Ruang Publik Bebas Pelecehan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar di Perpustakaan Taman Literasi Christina Martha Tiahahu, Blok M, Kecamatan Kebayoran Baru, Selasa (27/1/2026).
Anwar menegaskan, ruang publik memiliki peran strategis dalam membentuk rasa aman bagi masyarakat.
Oleh karena itu, pengelola fasilitas publik, mulai dari apartemen dan rumah susun, pusat perbelanjaan, layanan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga taman dan fasilitas umum lainnya, harus memiliki standar perlindungan yang jelas.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap segala bentuk pelecehan. Setiap laporan harus ditindaklanjuti secara serius, cepat, dan berperspektif korban,” ujar Anwar.
Ia menyampaikan, standar perlindungan tersebut meliputi penyediaan pencahayaan yang memadai, keberadaan petugas di lapangan, serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses dan responsif bagi masyarakat.
Selain itu, Anwar meminta seluruh petugas keamanan maupun pelayanan di ruang publik dibekali pemahaman terkait pencegahan dan penanganan pelecehan terhadap perempuan dan anak.
“Petugas di lapangan harus memahami bagaimana mencegah dan menangani kasus pelecehan, sehingga korban merasa aman untuk melapor,” kata dia.
Untuk memastikan perlindungan berjalan berkelanjutan, Anwar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Ia mendorong kerja sama aktif dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Unit Pelaksana Teknis Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPPA) Provinsi DKI Jakarta, Balai Pemasyarakatan, Kantor Imigrasi, aparat penegak hukum, serta masyarakat sekitar.
“Kota Jakarta Selatan tidak hanya ingin dikenal sebagai kota yang maju infrastrukturnya, tetapi juga sebagai kota yang aman, beradab, dan berpihak pada kelompok rentan,” ucap Anwar.
Talkshow tersebut digelar secara luring dan daring dan diikuti oleh seluruh kepala Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas PPAPP Jakarta Selatan Rizky Hamid mengatakan, kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya menjadikan ruang publik sebagai tempat yang ramah dan nyaman bagi semua kalangan.
“Saya berharap talkshow ini tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi menjadi pemicu aksi nyata di setiap ruang publik yang Bapak dan Ibu kelola. Mari kita jadikan Jakarta Selatan sebagai ruang aman untuk semua, terutama bagi perempuan dan anak,” tandas Rizky.
