Aliansi.co,Jakarta- Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus mengoptimalkan fasilitas pengendali banjir.
Salah satu upaya strategis yang sedang berjalan adalah pembangunan saluran air dengan metode jacking di sepanjang Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo menjelaskan, bahwa saluran air yang ada saat ini sudah tidak memadai untuk menampung limpasan air hujan.
Oleh sebab itu, penerapan teknologi jacking menjadi solusi efektif tanpa harus membongkar seluruh permukaan jalan secara terbuka.
“Proyek ini direncanakan berlangsung selama enam bulan. Dengan metode jacking, kami berharap area yang biasa tergenang, mulai dari Karang Tengah hingga ke kawasan Adhyaksa dapat diminimalisasi bahkan dihilangkan, karena muara akhirnya menuju ke Kali Pesanggrahan,” ujarnya, Selasa (18/8).
Syafrin menuturkan, pemasangan saluran bawah tanah ini memiliki tingkat kedalaman mulai dari tujuh meter.
Kemudian, di titik hulu mencapai sembilan hingga 12 meter hingga di titik hilir.
Syafrin mengimbau, masyarakat untuk menaati rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan oleh pihak-pihak terkait di lapangan.
“Kami berharap upaya perbaikan ini dapat mengatasi permasalahan banjir di masa mendatang. Jadi, mohon masyarakat dapat bersabar menunggu sampai proyek ini selesai hingga pengaturan lalu lintas kembali normal,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan, Santo, menyampaikan bahwa penanaman pipa jacking ini ditargetkan rampung pada awal Desember.
Saluran ini dirancang menggunakan pipa berdiameter 1,2 meter sepanjang 1.298 meter.
Menurut Santo, langkah ini diambil untuk mengatasi titik-titik genangan yang kerap melanda kawasan tersebut saat musim hujan, mulai dari persimpangan PHB Pertanian, Kompleks DKI, Kompleks Bona Indah, hingga ke kawasan Adhyaksa.
“Volume pengerjaannya hampir sepanjang 1,3 kilometer dari PHB Pertanian sampai ke PHB Adhyaksa. Saat ini pengerjaan berada di Pit 1 dari total 10 pit yang akan dibuat. Kapasitas penampungan di PHB Adhyaksa sendiri sudah cukup besar untuk menerima aliran dari hulu,” jelasnya.
Guna menjaga kelancaran pengerjaan dan mobilitas warga, Santo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan serta gangguan lalu lintas yang timbul di sekitar lokasi proyek.
“Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rekayasa lalu lintas, mengikut petunjuk petugas di lapangan, serta mematuhi rambu-rambu yang dipasang demi keselamatan bersama hingga proyek selesai,” tandasnya.
