Aliansi.co,Jakarta- Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo meminta tiga embung yang telah rampung dibangun di Kecamatan Jagakarsa dirawat secara rutin untuk memastikan fungsinya sebagai kolam retensi tetap optimal dalam menampung limpasan air hujan dan mengantisipasi genangan.
Permintaan itu disampaikan Syafrin saat meninjau tiga embung bersama jajaran Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Tiga embung yang ditinjau yakni Embung Pemuda I, Embung Lapangan Merah, dan Embung Jagakarsa.
Syafrin mengatakan, ketiga embung tersebut dibangun sesuai perencanaan dan telah berfungsi dengan baik sebagai bagian dari upaya pengendalian limpasan air hujan di kawasan permukiman.
“Area yang telah ditetapkan sesuai perencanaan berfungsi dengan baik. Contohnya, di Embung Pemuda, sebelumnya ada tiga RW yang sering tergenang air, namun kini area tersebut sudah tidak tergenang lagi. Begitu pula warga di sekitar Embung Lapangan Merah yang turut merasakan dampaknya,” ujar Syafrin.
Menurut dia, keberadaan embung tidak hanya ditujukan untuk mengurangi risiko genangan, tetapi juga memberikan ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beraktivitas.
Sejumlah fasilitas penunjang interaksi warga tersedia di kawasan embung, di antaranya jogging track, taman bermain anak, dan shelter.
Meski demikian, Syafrin menekankan pentingnya pemeliharaan secara berkala agar fungsi utama embung sebagai tempat penampungan air tetap terjaga.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pengerukan sedimen lumpur yang dapat mengurangi kapasitas tampung embung.
“Aset yang sudah dibangun ini harus tetap dirawat dan dipelihara. Pengerukan sedimen harus diperhatikan agar saat terjadi hujan ekstrem, target kapasitas embung tetap optimal menampung air dan kawasan sekitar terselamatkan dari genangan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Selatan mengatakan, pembangunan fisik di tiga embung tersebut telah rampung 100 persen.
Peninjauan yang dilakukan bersama Wali Kota Jakarta Selatan menjadi bagian dari pengawasan terhadap infrastruktur sumber daya air, baik yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan.
“Terkait arahan pemeliharaan berkala, kami akan memastikan pengerukan sedimen dilakukan secara rutin agar waduk dapat menampung debit air secara maksimal saat hujan turun,” tandasnya. (RT)
