Aliansi.co,Jakarta-Aksi unjuk rasa puluhan orang yang mengatasnamakan HMI MPO di depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026), diwarnai perusakan pintu pagar kantor.
Setelah menyampaikan tuntutan melalui orasi, massa akhirnya meminta untuk bertemu dengan pejabat Pemerintah Kota Jakarta Selatan.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Selatan Dirhamul Nugraha membenarkan adanya perusakan pintu pagar yang dilakukan oleh pengunjuk rasa saat aksi berlangsung.
“Iya mereka (pengunjuk rasa) merusak pagar,” kata Dirhamul saat memantau jalannya aksi di lokasi, Jumat.
Dirhamul memantau langsung jalannya demonstrasi meski diguyur hujan.
Ia didampingi Kepala Bagian Hukum Pemerintah Kota Jakarta Selatan Dedy Rohedi serta puluhan aparat kepolisian yang berjaga di area kantor wali kota.
Sejumlah polisi terlihat bersiaga di dalam area pagar yang jebol, sementara sebagian lainnya membentuk barikade di depan gerbang untuk mengantisipasi situasi agar tetap kondusif.
Meski hujan turun cukup deras, para petugas tetap berdiri berjajar menjaga lokasi.
Di sisi lain, massa aksi terus menyampaikan orasi dari luar pagar menggunakan pengeras suara.
Dalam orasinya, mereka menuding masih ada sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Jakarta Selatan yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Namun, menurut Dirhamul, massa tidak menyebutkan secara jelas lokasi tempat hiburan yang dimaksud.
Padahal, pemerintah kota siap menindak jika ada laporan yang disertai data.
“Kita tanya di mana tempat hiburan yang buka biar kita tindak, tapi mereka tidak mau menyebutkan,” ujar dia.
Setelah beberapa waktu menyampaikan orasi, massa akhirnya membubarkan diri dari lokasi.
Dirhamul mengatakan, para pengunjuk rasa meminta agar dapat bertemu dengan pimpinan Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
“Ya, mereka meminta bertemu pimpinan Senin besok,” kata Dirhamul.
