Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Selatan (Jaksel) menyiapkan lubang khusus untuk pembuangan limbah hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dilakukan guna memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan higienis dan tidak mencemari lingkungan.
Wakil Walikota Jakarta Selatan Ali Murthadho mengatakan, panitia kurban telah menyiapkan sarana pembuangan limbah berupa lubang tanah dengan ukuran tertentu untuk menampung darah dan jeroan hewan kurban.
“Penanganan limbah penyembelihan sudah kami siapkan dengan baik. Pembuangan darah dan jeroan dilakukan pada titik khusus berupa lubang tanah dengan kedalaman dan lebar tertentu agar tidak mencemari lingkungan,” ujar Ali, Selasa (26/5).
Ia menjelaskan, Pemkot Jaksel bersama Masjid Darul Jannah bekerja sama dalam pelaksanaan penerimaan, pemotongan hingga penyaluran hewan kurban di lingkungan Kantor Walikota Jakarta Selatan.
Hingga saat ini, panitia telah menerima 115 hewan kurban yang terdiri dari 47 ekor sapi dan 68 ekor kambing.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah dari partisipasi masyarakat, pegawai, maupun pelaku usaha.
Selain menyiapkan sistem pengelolaan limbah, panitia juga menggunakan alat bantu perebah sapi dalam proses penyembelihan.
Penggunaan alat tersebut bertujuan memenuhi syariat penyembelihan sekaligus menjaga keamanan petugas.
“Dengan alat bantu perebah sapi, proses pemotongan menjadi lebih aman, tertib dan cepat,” katanya.
Ali menambahkan, seluruh hewan kurban yang diterima terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dari Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
Pemeriksaan kembali dilakukan terhadap daging setelah proses penyembelihan.
Tidak hanya itu, Pemkot Jaksel juga menggunakan besek bambu atau bongsang sebagai wadah pembagian daging kurban guna mengurangi penggunaan kantong plastik.
“Kami ingin pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya tertib dan profesional, tetapi juga ramah lingkungan,” tandasnya.
