Aliansi.co,Jakarta- Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait kabel utilitas yang menjuntai di kawasan Jalan Ciputat Raya, tepatnya di depan Selapa Polri, Pondok Pinang, Kebayoran Lama.
Kabel milik sejumlah penyedia layanan tersebut langsung dibenahi dan dirapikan agar tidak membahayakan warga maupun pengguna jalan.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan petugas ke lokasi begitu menerima aduan masyarakat mengenai kondisi kabel yang menggantung rendah hingga hampir menyentuh kepala pengguna jalan.
“Kami langsung menindaklanjuti laporan warga dengan mengirimkan petugas ke lokasi. Kabel yang menjuntai sudah kami rapikan dan diikat agar tidak membahayakan masyarakat yang melintas,” ujar Rifki, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/6/2026).
Dalam penanganan di lapangan, kata Rifki, pihaknya menerjunkan satu unit mobil crane untuk membantu proses penataan kabel milik sejumlah penyedia layanan, termasuk jaringan internet dan listrik.
Kabel yang semula semrawut kemudian diangkat, digulung, dan diikat kembali di titik yang lebih aman.
Rifki menegaskan, kabel yang dialporkan warga tersebut tidak dilakukan pemotongan karena masih aktif digunakan oleh masyarakat.
Menurutnya, tindakan pemotongan sembarangan justru dapat menimbulkan gangguan layanan bagi warga.
“Kabel tidak bisa dipotong begitu saja karena merupakan jaringan internet dan listrik yang masih digunakan masyarakat. Kalau asal dipotong, justru bisa menimbulkan masalah baru,” katanya.
Ia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta tetap berkomitmen menata kabel-kabel utilitas melalui program Sistem Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
Namun, pelaksanaannya dilakukan secara bertahap mengingat panjang jaringan yang sangat luas serta kebutuhan anggaran yang tidak sedikit.
“Komitmen kami adalah menata kabel-kabel ini melalui SJUT. Tapi pengerjaannya bertahap karena panjang jaringan yang harus ditata sangat besar, dan biayanya juga tidak kecil,” jelas Rifki.
Sebelumnya, warga setempat bernama Kenon mengeluhkan kondisi kabel yang menjuntai rendah dan dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki.
Kabel yang menjuntai tersebut bahkan nyaris menyentuh kepala orang yang melintas.
“Kalau tidak bisa dipotong, setidaknya dirapikan saja supaya tidak membahayakan warga,” ujarnya.
