Sabtu, Oktober 3, 2026

Pramono Bongkar Modus ASN DKI Akali Aturan Rabu Naik Angkutan Umum

WIB

Aliansi.co,Jakarta- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membongkar modus sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Balai Kota untuk mengakali kebijakan wajib menggunakan angkutan umum setiap Rabu.

Hal itu diungkapkan Pramono saat membuka Entry Meeting Penilaian Opini Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (8/8/2026).

Pramono mengatakan, masih ada ASN yang membawa kendaraan pribadi ke kawasan Balai Kota meski telah diberlakukan kebijakan Rabu wajib menggunakan transportasi umum.

Kendaraan pribadi tersebut, kata dia, biasanya dititipkan di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas).

Baca Juga :  ASN DKI Besok Mulai Ngantor, Dilarang Halalbihalal Lebaran

Setelah itu, ASN berjalan kaki menuju Balai Kota untuk menghindari aturan.

“Walaupun kadang-kadang banyak yang curi-curi juga. Bukannya saya tidak tahu, saya juga tahu. Mobilnya biasanya dititipin di IRT (Monas) itu, ke sini jalan kaki, baru kemudian kalau sudah sepi mobilnya diambil,” kata Pramono.

Menurut Pramono, kebijakan Rabu wajib menggunakan transportasi umum bukan sekadar aturan bagi ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Baca Juga :  Kejar Target Retribusi, DPRD Jakarta Usul Sasar Pedagang Pasar dan PKL

Dia menilai kebijakan itu mulai menunjukkan dampak positif.

Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah pengguna sejumlah moda transportasi umum di Jakarta.

“Dan itu tercermin dalam setiap hari Rabu saya memutuskan semua ASN Balai Kota wajib menggunakan transportasi umum,” ujarnya.

Pramono kemudian menyinggung data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan peningkatan jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta.

Berdasarkan data tersebut, pengguna TransJakarta meningkat 14,99 persen.

Baca Juga :  Kurangi Polusi Udara, ASN DKI dan Kementerian WFH Mulai September

Sementara pengguna LRT Jakarta naik 26,42 persen dan pengguna MRT Jakarta bertambah 17,57 persen.

Menurut Pramono, peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa upaya mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum mulai mendapat respons positif.

“Bagi saya pribadi, kepuasan itu kalau kemudian secara prosedur SOP-nya bisa dijalankan dan publiknya atau masyarakatnya memberikan respons yang cukup baik, dan kemudian mereka mau shifting, berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi menjadi kendaraan umum,” katanya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...