Aliansi.co,Jakarta- Heboh temuan 16 siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Timur yang terdeteksi mengidap HIV.
DPRD DKI Jakarta menyebut temuan ini sebagai alarm bagi seluruh pihak karena para siswa yang terpapar sebagian besar masih berusia di bawah 17 tahun.
Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana mengungkapkan, berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, para pelajar tersebut diduga terjerumus ke dalam pergaulan berisiko setelah bergabung dengan geng balap motor dan lingkungan pertemanan yang negatif.
“Mereka masih di bawah 17 tahun. Ini harus menjadi perhatian serius,” kata Justin dalam keterangannya melalui kanal resmi DPRD DKI Jakarta, dikutip Jumat (10/6/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan dalam komunitas balap motor liar menjadi pintu masuk para remaja mengenal lingkungan pergaulan yang kemudian berkembang ke perilaku berisiko.
“Waktu saya gali kenapa, ya mereka ikutan geng balap-balapan motor, modifikasi motor, saling berhubungan, bertukar pacar, dan lain sebagainya sampai bisa terjangkit HIV,” ujarnya.
Menurut Justin, temuan di satu sekolah tersebut merupakan fenomena “gunung es” yang menandakan persoalan sosial remaja kemungkinan jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
Karena itu, ia meminta pemerintah, sekolah, dan keluarga menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pengawasan terhadap anak.
“Temuan di satu sekolah saja sudah cukup menjadi alarm bagi pemerintah, sekolah, dan keluarga untuk memperkuat pengawasan terhadap anak,” tuturnya.
Justin menilai penanganan persoalan itu tidak cukup hanya melalui pendidikan di sekolah.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak agar tidak terjerumus ke lingkungan yang berisiko.
Menurutnya, program pemerintah tidak akan berjalan maksimal apabila keluarga tidak menjalankan fungsi pembinaan.
Bahkan, ia mengusulkan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengevaluasi penerima bantuan sosial yang terbukti mengabaikan tanggung jawab dalam mendidik dan mengawasi anak.
“Lagi-lagi orang tua harus terlibat. Orang tua yang abai untuk memastikan anaknya jadi warga DKI Jakarta yang baik, saya kira mereka tidak pantas untuk keluarganya menerima bantuan sosial dalam bentuk apa pun,” kata dia.
“Jadi, ini harus didorong kepada Bapak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung,” tegas Justin,” sambungnya. Adr
