Aliansi.co, Jakarta – Pimpinan DPRD DKI Jakarta menyambangi Polda Metro Jaya, Selasa (15/9/2026).
Kedatangan para legislator Kebon Sirih itu diterima langsung Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Metro Jaya Irjen Dekananto Eko Purwono dan jajaran.
Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin mengatakan, kunjungan yang dilakukan untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Jakarta, khususnya antara DPRD DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya.
“Alhamdulillah, tadi kami berbincang terkait dengan bagaimana membangun kolaborasi seluruh stakeholder yang ada di Jakarta, khususnya Polda dengan DPRD DKI dan dari pembicaraan juga kita ada titik temulah bagaimana kita berkolaborasi yang intens, bekerja sama untuk sama-sama menjaga Jakarta,” kata Suhud.
Dalam kunjungan itu, turut hadir Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah, Rany Mauliani, dan Wibi Andrino.
Menurut Suhud, kerja sama menjaga Jakarta tidak hanya sebatas komunikasi antarlembaga.
Kolaborasi akan diwujudkan melalui sejumlah kegiatan bersama untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Jakarta.
Salah satu fokusnya berkaitan dengan penanganan lalu lintas, termasuk upaya menciptakan ketertiban dan keamanan di sejumlah wilayah.
Suhud menilai langkah konkret lintas lembaga diperlukan untuk menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga Jakarta tetap aman, tertib, dan kondusif.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan kunjungan pimpinan DPRD DKI Jakarta menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membahas berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Menurut Asep, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah lalu lintas.
Kepolisian bersama pemangku kepentingan di Jakarta akan berupaya mengurai kemacetan sekaligus mengantisipasi berbagai pelanggaran lalu lintas.
Salah satunya pengendara yang melawan arah yang dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Selain lalu lintas, persoalan tawuran di sejumlah wilayah Jakarta juga menjadi perhatian. Penanganan terhadap gangguan keamanan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Mengelola Ibu Kota Jakarta dengan baik,” kata Asep.
