Aliansi.co, Jakarta – Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Selatan memberikan pelatihan pembuatan kuliner kekinian kepada warga prasejahtera dan penyandang disabilitas.
Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tersebut digelar di Gedung Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Jagakarsa, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kepala Sudinsos Jakarta Selatan Bernard Tambunan mengatakan, pelatihan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, terutama keluarga prasejahtera dan kelompok rentan.
“Tujuannya agar mereka mampu mengelola usaha secara mandiri guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga,” ujar Bernard, Jumat (18/9/2026).
Dalam pelatihan ini, peserta dibekali keterampilan membuat berbagai makanan dan minuman kekinian yang dinilai dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Materi diberikan selama dua hari. Pada hari pertama, peserta mendapatkan pelatihan membuat Cikuro dan Es Teler Sultan.
Kemudian pada hari kedua, peserta mempelajari pembuatan Gohyong dan Mango Thai Smoothies.
Bernard menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelatihan UEP yang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi.
Pelatihan sebelumnya diberikan kepada penyandang disabilitas yang diikuti 20 peserta pada Selasa-Rabu, 15-16 September 2026.
Selanjutnya, pelatihan UEP bagi keluarga miskin dilaksanakan pada Kamis-Jumat, 17-18 September 2026, dengan jumlah peserta mencapai 50 orang.
Tak berhenti pada pemberian keterampilan, Sudinsos Jaksel juga menyiapkan bantuan alat penunjang usaha bagi para peserta setelah pelatihan selesai.
Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memulai maupun mengembangkan usaha yang telah dipelajari.
“Saya berpesan agar nantinya ilmu dan alat penunjang usaha yang diberikan dapat dipergunakan dengan baik,” kata Bernard.
Salah satu peserta, Astrid Pebriana, mengapresiasi pelatihan yang diberikan secara gratis tersebut.
Menurutnya, materi yang disampaikan mudah dipahami dan memberikan pengetahuan baru yang dapat dimanfaatkan untuk usaha.
“Cukup senang mengikuti pelatihan ini, materinya juga mudah dipahami. Semoga saja pelatihannya bisa digelar secara rutin,” ujar Astrid. RBN
