Sabtu, Juli 4, 2026

Kemacetan Jakarta Kian Parah, Gubernur Pramono Diminta Evaluasi Kadishub

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto Emik meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengevaluasi kepemimpinan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta seiring memburuknya tingkat kemacetan di Ibu Kota.

Sugiyanto menilai, evaluasi tersebut penting mengingat tren kemacetan Jakarta justru menunjukkan peningkatan berdasarkan berbagai indikator objektif, salah satunya laporan TomTom Traffic Index 2025.

“Ketika seluruh indikator kemacetan menunjukkan tren memburuk, sementara kepemimpinan di Dinas Perhubungan tidak mengalami penyegaran selama lebih dari enam tahun, maka evaluasi menyeluruh menjadi sebuah keniscayaan,” ujar Sugiyanto dalam keterangannya, Kamis (23/1/2026).

Ia mengungkapkan, masa jabatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, telah berlangsung lebih dari enam tahun enam bulan sejak dilantik pada 8 Juli 2019.

Baca Juga :  Tanggung Jawab Sosial PLN, 92 Warga Jaksel Kini Punya Listrik Sendiri

Menurut Sugiyanto, durasi tersebut tergolong terlalu panjang dalam tata kelola birokrasi modern.

“Dalam sistem birokrasi modern, masa jabatan yang terlalu lama berpotensi menimbulkan kejenuhan organisasi, stagnasi kebijakan, serta menghambat regenerasi aparatur sipil negara,” kata dia.

Sugiyanto menambahkan, wacana penyegaran jabatan juga sejalan dengan komitmen Gubernur DKI Jakarta yang kerap menekankan pentingnya penerapan sistem merit dalam pemerintahan.

Selain faktor masa jabatan, Sugiyanto menyoroti kinerja sektor transportasi Jakarta yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan.

Ia merujuk laporan TomTom Traffic Index 2025 yang dirilis awal Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, Jakarta tercatat melonjak ke peringkat ke-24 kota termacet di dunia, dari sebelumnya peringkat ke-90 pada TomTom Traffic Index 2024.

Baca Juga :  88.365 Personil Dikerahkan Amankan Pilkada Jakarta, Kapolda: Operasi Digelar Selama 140 Hari

Secara nasional, Jakarta juga naik menjadi peringkat kedua kota termacet di Indonesia, tepat di bawah Bandung.

“Ini lompatan negatif yang sangat tajam dan patut menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.

Berdasarkan data TomTom Traffic Index 2025, tingkat kemacetan rata-rata Jakarta mencapai 59,8 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Waktu tempuh rata-rata perjalanan sejauh 10 kilometer mencapai 26 menit 19 detik, lebih lama dibandingkan 25 menit 31 detik pada 2024.

Tak hanya itu, kecepatan rata-rata kendaraan pada jam sibuk tercatat hanya 17,8 kilometer per jam, sementara jarak tempuh rata-rata dalam 15 menit hanya 5,7 kilometer.

Sugiyanto juga mengutip data INRIX Global Traffic Scorecard 2025 yang menempatkan Jakarta sebagai kota termacet ke-9 di dunia dari 941 kota di 36 negara.

Baca Juga :  Di Bawah Gerimis, Wali Kota Jaksel dan Istri Turun Kerja Bakti Massal di Rawajati

Dalam laporan tersebut, pengemudi di Jakarta kehilangan rata-rata 83 jam per tahun akibat kemacetan.

Menurut Sugiyanto, seluruh data tersebut menunjukkan bahwa kemacetan Jakarta bukan sekadar persepsi, melainkan realitas yang dirasakan warga setiap hari.

“Masyarakat Jakarta tidak membutuhkan klaim keberhasilan berbasis peringkat semata, tetapi terobosan nyata dan kebijakan konkret yang mampu memperbaiki mobilitas,” tegas SGY, sapaannya.

Meski mendorong evaluasi, SGY menegaskan bahwa pandangannya tidak dilandasi sentimen pribadi.

Ia menyatakan tetap mendukung kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

“Pergantian Kadishub bukanlah bentuk hukuman, melainkan bagian dari manajemen pemerintahan yang sehat, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan publik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...