Aliansi.co, Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kembali melakukan mutasi dan rotasi terhadap 264 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.
Dalam mutasi kali ini, dua Polisi Wanita (Polwan) mendapat promosi jabatan.
Salah satunya memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) Polri atau pecah bintang.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2467/XI/KEP./2026 tertanggal 2 November 2026.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam organisasi Polri.
“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri. Hal ini juga menjadi upaya penyegaran organisasi untuk memastikan roda kepemimpinan dan pelaksanaan tugas berjalan optimal, seiring dengan perkembangan tantangan tugas Polri yang semakin kompleks,” ujar Johnny dalam keterangannya dikutip Jumat (6/11/2026).
Dari total 264 personel yang dimutasi, sebanyak 224 personel masuk dalam kategori promosi dan flat.
Mutasi tersebut mencakup berbagai jenjang jabatan, mulai dari Perwira Tinggi hingga Perwira Menengah, termasuk sejumlah posisi strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan.
Promosi terhadap dua Polwan menjadi salah satu bagian dari mutasi kali ini.
Keduanya mendapat peningkatan jenjang jabatan, masing-masing pada tingkat Brigjen Pol dan Komisaris Besar (Kombes) Pol.
Satu Polwan yang mendapat promosi ke jenjang Brigjen Pol sekaligus memperoleh kesempatan menyandang pangkat jenderal bintang satu.
Sementara satu personel lainnya mendapat promosi pada jenjang Kombes Pol.
Pada tingkat Mabes Polri, mutasi juga mencakup pergantian jabatan Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri yang dipercayakan kepada Kombes Pol. Gatot Sujono.
Sementara jabatan Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri dijabat Kombes Pol. Teguh Wibowo.
Selain itu, promosi dan rotasi dilakukan pada sejumlah jenjang jabatan Irjen Pol, Brigjen Pol, dan Kombes Pol, termasuk penyesuaian nivelering jabatan.
Pergantian juga menyasar sejumlah jabatan strategis di wilayah, seperti Kapolrestabes, Kapolrestro, dan Kapolresta.
Johnny menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat yang telah menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya.
Ia berharap dedikasi dan pengalaman yang telah diberikan dapat menjadi bagian dari penguatan organisasi Polri ke depan.
“Kepada pejabat yang telah menyelesaikan tugas pada jabatan sebelumnya, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas pengabdian serta kontribusinya,” ujar Johnny.
“Kepada pejabat yang mendapatkan amanah baru, kami berharap dapat segera menyesuaikan diri, memahami karakteristik lingkungan tugas, serta melanjutkan program dan kebijakan yang telah berjalan dengan baik,” sambungnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan profesionalisme, integritas, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Para pejabat yang mendapat penugasan baru diharapkan mampu menghadirkan kepemimpinan yang responsif, adaptif, dan solutif dalam menjawab berbagai tantangan tugas di wilayah maupun satuan kerja masing-masing.
“Yang terpenting adalah bagaimana setiap pejabat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar memberikan manfaat melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tutupnya.
