Sabtu, Oktober 3, 2026

Viral Emak-emak Konvoi Motor Tak Pakai Helm di Madura, Ngaku Komunitas Kendedes Zaman Now

WIB

Aliansi.co, Sumenep– Video konvoi emak emak dengan sepeda motor menghebohkan jagat maya.

Aksi tersebut viral karena konvoi motor yang mereka lakukan tidak menggunakan helm di  Jalan Raya Sumenep Pamekasan, Desa Nambakor, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Usai berurusan dengan polisi, para emak-emak ini mengaku dari Komunitas Kendedes Zaman Now.

Komunitas ini para emak-emak dari Desa Parsanga, Paberasan dan Pandian.

Baca Juga :  Dicopot Gegara Viral Pamer Harta, Kadis PUPR Empat Lawang Ngaku Kaya Sejak Lahir 

Saat ditemui di Polres Sumenep, Jumaitun salah satu peserta konvoi mengaku, aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk suka cita saat berkumpul di kampung halaman setelah merantau bertahun-tahun.

Saat bertemu di Madura, mereka pun memutuskan untuk menggelar konvoi setelah bertahun-tahun tak bertemu.

Usai melakukan konvoi mereka kemudian makan bersama.

“Karena kita teman sekampung yang lama tak bertemu, akhirnya kita kumpul dan melakukan konvoi,” kata dia.

Baca Juga :  Heboh Pamer Gaji di Medsos, LHKPN Pejabat Dinkes DKI Dibongkar Netizen

Ia pun akhirnya meminta maaf usai melakukan konvoi dan menganggu ketertiban umum.

“Atas nama pribadi dan atas nama (Komunitas Kendedes) kami minta maaf atas kelalaian kami menggunakan jalan raya tanpa menggunakan helm. Insya Allah ke depan kami tidak akan mengulangi,” kata dia.

Kapolres Sumenep AKBP Edo Eko Edo Setyo Kentriko melalui Kasat Lantas AKP Alimuddin Nasution menjelaskan, para emak-emak yang menggelar konvoi sudah dikenakan sanksi tilang.

Baca Juga :  Kepala Desa Ungkap Sosok Dokter Wayan yang Viral Praktek di Tempat Sampah

Emak-emak itu, kata dia, melanggar aturan lalulintas karena tidak menggunakan helm saat berkendara.

“Karena tidak patuh aturan, maka kami tilang,” katanya.

Sanksi tilang, sambung dia, sebagai efek jera agar tidak kembali melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Dan mereka juga membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya yang membuat kegaduhan masyarakat,” tuturnya.

 

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...