Sabtu, Oktober 3, 2026

Bertemu di GBK, Puan dan AHY Sepakat Pemilu 2024 Berjalan Damai dan Gembira

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Plantaran Hutan Kota, kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/6/2023).

Puan menegaskan, pertemuannya dengan AHY tidak berpura-pura.

Puan mengaku justru perbincangannya dengan AHY layaknya kakak beradik.

“Jadi ini benar-benar bicara dari kakak dengan adiknya walaupun kita punya posisi satunya Ketum Demokrat, satunya Ketua DPP ya kakak adik itu lebih memberikan makna lebih besar dibandingkan hal itu,” kata Puan.

Baca Juga :  Pemesan Tiket Kumpul Akbar AMIN di JIS Tembus 3,5 Juta, Kalahkan Konser Goldplay

Puan dan AHY pun berharap pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang berjalan dengan damai dan gembira.

“Kami berharap pemilu nanti adalah pemilu yang damai, pemilu yang gembira, pemilu yang bisa membuktikan bahwa pesta demokrasi rakyat itu adalah pestanya seluruh rakyat Indonesia,” kata Puan.

Disisi lain, Puan dan AHY sepakat akan terus membangun komunikasi agar tidak ada miskomunikasi antara kedua partai.

“Kalau pun belum bisa ada kesamaan ya namanya juga sedang mencari pola untuk bisa sama-sama ya kita harus bicara terus bicara terus dan kami udah sepakat komunikasi itu akan terus dilaksanakan,” kata Puan.

Baca Juga :  Hasil Hitung Cepat Kawal Pemilu 2024, Prabowo-Gibran Unggul 53,30%, Kuasai 32 Provinsi

“Bicara politik itu bukan berarti kemudian stop sampai ini seolah-olah selesai, tapi karena memang politik itu penuh dengan dinamika, sangat dinamis,” sambungnya.

Sementara, AHY mengatakan pertemuannya dengan Puan sangat terbuka sehingga keduanya leluasa untuk saling berbicara.

Ia menyebut, Puan membuka pembicaraan dengan memahami posisi masing-masing partai yang mengusung bakal calon presiden yang berbeda.

Baca Juga :  Sampaikan Ucapan Selamat Hari Natal, Menag Titip Pesan Penting untuk Pemilu 2024

“Mbak Puan sendiri yang membukanya paham bahwa saat ini Demokrat tengah membangun sebuah koalisi perubahan, kemudian tentu PDIP sendiri juga sudah kita ketahui telah mendeklarasikan Mas Ganjar sebagai calon presiden, sedangkan koalisi perubahan capresnya adalah Mas Anies Baswedan,” kata AHY.

“Jadi dengan meng-embrace (merangkul -red) itu, artinya menyadari posisi kedua partai, justru tadi sangat terbuka akhirnya, tidak ada rasa tidak enak untuk menyampaikan hal-hal yang memang bagus untuk kita saling ketahui, saling dibicarakan,” sambungnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...