Sabtu, Oktober 3, 2026

Pidato Puncak Bulan Bung Karno, Megawati Singgung Partai yang Mencla-Mencle Berkoalisi

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri menyindir kehadiran ketua partai dalam acara puncak peringatan Bulan Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (24/6/2023).

Meski hadir dalam acara tersebut, namun untuk berkoalisi dengan PDIP masih mencla-mencle.

Dalam pidatonya, Megawati awalnya menanyakan kepada kader PDIP apakah masih sayang terhadap dirinya.

“Kamu masih sayang apa enggak sama ibu (Sayang). Ah, lemes. Loh nanya kok malah teriak-teriak. Kamu masih sayang apa tidak sama ibu?” kata Megawati dalam pidatonya dilansir dari kanal YouTube PDIP, Sabtu.

Baca Juga :  Ganjar Minta Relawan Tidak Menyerang Individu Lawan di Pilpres

Presiden ke-5 ini lalu meminta kader partai berlambang banteng moncong putih itu untuk mendengarkan instruksinya.

“Kamu mau dengar dan jalankan instruksi saya apa tidak? Dijalankan apa tidak? Enggak bohong?” ujar Megawati.

Megawati menegaskan ia akan mengetahui siapa-siapa tidak turun ke masyarakat nantinya.

“Ini janji lho. Siapa nanti yang tidak turun, siapa nanti yang tidak urun, ibu tahu. Ibu tahu, sangat tahu,” ucapnya.

Megawati pun memberikan pilihan kepada kader yang tak mau turun ke masyarakat, yakni antara mundur sukarela atau dipecat.

Baca Juga :  Bahas Strategi Pemenangan Pemilu 2024, Rakernas PDIP Digelar Tertutup

“Jadi orang yang seperti itu hanya ada 2. Mundur sukarela atau nanti ada aturannya. Pasti sudah tahu,” ujar Megawati.

Lalu Megawati menyinggung soal partai-partai yang akan berkoalisi dengan PDIP.

Megawati menyebut para ketua umum partai yang hadir pada acara peringatan Bulan Bung Karno, tidak semuanya telah menyatakan diri bekerja sama dengan PDIP.

Megawati menilai ketua partai masih ada yang mikir-mikir, dan ada pula yang masih rahasia.

“Di belakang saya ini banyak ketua umum partai hadir, ” kata Megawati.

Baca Juga :  Bawaslu Sebut 81 Calon Anggota DPD Ajukan Permohonan Sengketa Tahapan Pemilu

“Ada yang sudah mau ikut PDIP, ada yang masih mikir, ada yang sudah nanti saja deh hehe, nanti tanya sendiri saja hehe,” katanya.

Dijelaskan Megawati, PDIP sebenarnya bisa mencalonkan calon presiden dan calon wakil presidennya sendiri.

Namun, Megawati ingin membuka peluang bagi partai lain untuk ikut bergabung.

“Kita itu sebenarnya boleh membawa capres dan cawapres sendiri, tapi saya membuka pintu karena sifat kita adalah kekeluargaan dan gotong royong,” kata Megawati.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...