Selasa, Mei 19, 2026

Tak Punya Strategi Kedaruratan, Kemenag Dinilai Panik Hadapi Insiden di Muzdalifah

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Peristiwa terlantarnya para jemaah haji di Muzdalifah, Arab Saudi, menjadi perhatian anggota komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq.

Maman menilai tidak adanya strategi kedaruratan, membuat Kementerian Agama (Kemenag) panik saat menghadapi permasalahan jemaah di Muzdalifah.

Maman mengatakan, pihaknya sudah  mengingatkan dalam rapat kerja dengan Kemenag agar memiliki semacam simulasi strategi kedaruratan.

Hal itu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di luar yang sudah direncanakan.

“Karena kita tidak tahu kan, pernah ada tragedi yang terjadi di Mina ataupun di Ka’bah ketika peristiwa jatuhnya crane. Sekarang tahun ini justru di Muzdalifah. Nah, strategi kedaruratan ini yang justru tidak pernah terpikirkan oleh Kementerian Agama,” kata Maman dalam keterangan persnya, Minggu (2/7/2023).

Baca Juga :  Dari Washington DC, Jokowi Terbang ke San Francisco, Untuk Apa?

“Sehingga ketika terjadi  seperti ini, betul-betul kelihatan panik. Tidak terlihat ada sebuah sistem yang dibangun untuk menghadapi kedaruratan seperti insiden di Muzdalifah ini,” sambungnya.

Menurut Politisi F-PKB ini, dengan demikian, bisa dikatakan bahwa Kemenag juga tidak punya strategi khusus untuk menghadapi masalah-masalah yang kemungkinan terjadi di sana.

“Biasanya itu paling macet ya kita cuma nunggu 1-2 jam, masih wajar saja. Tetapi, kondisi kemarin lebih dari 10 jam. Tentang strategi kedaruratan harus dipikirkan dari satu lokasi ke lokasi lain, di mana penumpukan jemaah itu harus betul-betul menjadi pemikiran yang lebih sistematis dan bisa dilakukan cepat karena ini menyangkut nyawa manusia,” ungkap Maman.

Selain itu, ia juga memprotes terhadap layanan Mashariq kepada jemaah haji Indonesia.

Baca Juga :  Pimpinan DPR Tinjau Pemondokan Jemaah Haji di Mina, Ini Temuannya

Harusnya, kata Maman, perusahaan swasta yang dipercaya oleh pemerintah Arab Saudi itu bisa mempersiapkan layanan darurat akibat adanya kemacetan yang kerap terjadi setiap musim haji.

“Kita langsung komplain kepada mereka, bagaimana mungkin mereka tidak bisa memprediksi kemacetan penjemputan itu dan tidak mempersiapkan, paling tidak untuk kesehatan darurat, dan juga asupan minuman dan makanan di Muzdalifah,” terang Maman.

Kedepan, kata Maman, untuk kuota lansia juga harus diprioritaskan.

Tagline ramah lansia yang digaungkan Kemenag juga harus dikomunikasikan dengan pihak Arab Saudi.

“Jadi ramah lansia itu harus diingatkan juga kepada pemerintah Arab Saudi, bahwa anda harus menyiapkan banyak pusat-pusat kesehatan, posko-posko kedaruratan dan mempersiapkan yang terbaik untuk para lansia,” kata dia.

Baca Juga :  Menag: Sidang Isbat Mufakat 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024

“Strategi lansia itu datang terakhir lalu pulang lebih dulu. Jadi tagline ramah lansia itu bukan hanya dikemukakan oleh Indonesia. Yang mempersiapkan semata -mata itu adalah ya itu, event organizer yang ditunjuk oleh pemerintah Arab Saudi di sana,” sambungnya.

Selain itu lanjut, Maman, fasilitas jemaah lansia harus betul -betul dipersiapkan sesuai dengan kuota jemaah Indonesia.

Lansia harus mendapatkan pelayanan yang terbaik, dari mulai tenda hingga petugas khusus.

“Saya mengatakan, petugas itu ada yang bekerja dan tidak bekerja. Petugas yang tidak profesional dicoret aja, jangan diajak. Lalu yang profesional itu ditempatkan di posisinya yang pas. Karena ada orang yang mau bekerja ikhlas, profesional dan bekerja keras tapi dia bingung,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Polisi Gulung Jaringan Narkoba Malaysia, 32 Kg Sabu Disita di Jakarta dan Bekasi

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggulung sindikat peredaran narkotika jaringan internasional asal Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti sabu...

Terungkap Penggerebekan Sindikat Judol Internasional di Jakbar, Berawal dari Laporan Warga

Aliansi.co,Jakarta- Pengungkapan sindikat perjudian online (judol) lintas negara di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas sejumlah warga negara...

Jaga Profesionalitas, Personel Polri Dilarang Live Streaming saat Bertugas

Aliansi.co, Jakarta- Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan larangan bagi seluruh personelnya untuk melakukan siaran langsung (live streaming) di media sosial saat sedang menjalankan...

Bareskrim Bongkar Peredaran Narkotika Jaringan Riau, Berawal dari Penangkapan Asiong

Aliansi.co,Jakarta- Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil membongkar peredaran narkotika jaringan Riau. Jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan seorang tersangka bernama Hendi alias...

Dendam Kesumat Berujung Maut, Nus Kei Tewas Ditikam di Bandara

Aliansi.co,Maluku- Polisi mengungkap motif di balik penusukan yang menewaskan Agrapinus Rumatora (59) alias Nus Kei di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peristiwa berdarah itu diduga kuat...