Sabtu, Oktober 3, 2026

Faisal Basri Soroti Debat Kelima Capres yang Enggan Nyinyir Demi Elektoral

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Ekonom senior INDEF Faisal Basri menyoroti debat kelima calon presiden di 2024 yang digelar KPU di JCC, Minggu (4/2/2024).

Faisal menilai para capres memilih bermain aman demi menambah elektoral dalam debat terakhir tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi publik dengan tema “Tanggapan Atas Debat Kelima Pilpres” yang digelar INDEF di Jakarta, pada Senin (5/2/2024).

Baca Juga :  Dicap Pembangkang, PDIP Singgung Etika Politik Gibran untuk Kembalikan KTA

“Jadi bukan mencari kebenaran diskusi itu, tapi menambah elektoral. Sehingga debat kelima ini adalah antiklimaks karena semua main aman,” kata Faisal dalam diskusi yang dilansir dari kanal YouTube INDEF, Selasa (6/2/2024).

Adapun, Faisal mengatakan karakteristik psikologis orang Indonesia tidak suka sama orang yang nyinyir.

Sehingga para para capres menjaga agar tidak terkesan nyinyir dalam debat.

Baca Juga :  Anas Urbaningrum Segera Bebas, Partai Demokrat: Dia Sudah Bukan Kader Kami

“Enggak suka yang nyinyir seperti Anies Baswedan, nyinyir seperti Ganjar Pranowo, oleh karena itu mereka menjaga agar tidak terkesankan nyinyir di debat,” kata Faisal.

Selain itu, Faisal melihat Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo enggan memberikan penilaian terhadap pemerintahan Presiden Jokowi apakah lurus atau melenceng.

“Apa yang dilakukan Jokowi sudah benar atau salah, tidak ada yang berani (ngomong), Nomor 01, 03 itu tidak juga secara lugas mengatakan Jokowi sesat. Padahal nyinyir Indef saya sebagai orang Indef (mengatakan) pak Jokowi gagal,” ucapnya.

Baca Juga :  Sebelum Debat Capres, Anies-Muhaimin Mau Lakukan Hal Ini di Rumah Timnas
Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...

Bareskrim Gerebek Gudang LPG Oplosan di Tangerang Selatan, 910 Tabung Disita

Aliansi.co, Tangerang Selatan – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi tempat pengoplosan LPG 3 kilogram (kg) bersubsidi...

KPK Soroti Pengelolaan APBD Pemkab Karawang, Termasuk Pokir DPRD

Aliansi.co,Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyoroti pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, termasuk pengelolaan pokok-pokok pikiran (pokir)...

Akhir Pelarian Tersangka Penipuan Rp37 Miliar, Ditangkap Usai Buron 3 Tahun

Aliansi.co,Jakarta- Pelarian tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai Rp37,4 miliar, Erick Soedjasa, akhirnya berakhir setelah hampir tiga tahun menjadi buronan. Erick ditangkap...