Sabtu, Juli 4, 2026

Faisal Basri Soroti Debat Kelima Capres yang Enggan Nyinyir Demi Elektoral

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Ekonom senior INDEF Faisal Basri menyoroti debat kelima calon presiden di 2024 yang digelar KPU di JCC, Minggu (4/2/2024).

Faisal menilai para capres memilih bermain aman demi menambah elektoral dalam debat terakhir tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi publik dengan tema “Tanggapan Atas Debat Kelima Pilpres” yang digelar INDEF di Jakarta, pada Senin (5/2/2024).

Baca Juga :  Mungkinkah MK Mengabulkan Gugatan Batas Usia Capres-Cawapres?

“Jadi bukan mencari kebenaran diskusi itu, tapi menambah elektoral. Sehingga debat kelima ini adalah antiklimaks karena semua main aman,” kata Faisal dalam diskusi yang dilansir dari kanal YouTube INDEF, Selasa (6/2/2024).

Adapun, Faisal mengatakan karakteristik psikologis orang Indonesia tidak suka sama orang yang nyinyir.

Sehingga para para capres menjaga agar tidak terkesan nyinyir dalam debat.

Baca Juga :  1,4 Juta Personil TNI-Polri Disebar Jaga TPS, Kapolri dan Panglima Ikut Terjun Pantau Pilkada

“Enggak suka yang nyinyir seperti Anies Baswedan, nyinyir seperti Ganjar Pranowo, oleh karena itu mereka menjaga agar tidak terkesankan nyinyir di debat,” kata Faisal.

Selain itu, Faisal melihat Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo enggan memberikan penilaian terhadap pemerintahan Presiden Jokowi apakah lurus atau melenceng.

“Apa yang dilakukan Jokowi sudah benar atau salah, tidak ada yang berani (ngomong), Nomor 01, 03 itu tidak juga secara lugas mengatakan Jokowi sesat. Padahal nyinyir Indef saya sebagai orang Indef (mengatakan) pak Jokowi gagal,” ucapnya.

Baca Juga :  Pamela Safitri Joget Manja dan Seksi, Netizen; Pemersatu Bangsa
Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...