Selasa, September 1, 2026

Banyak Anak Cuci Darah, DPRD Dorong Dinkes DKI Sediakan Mesin Hemodialisis di Puskesmas dan RSUD

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Anggota DPRD DKI Jakarta mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) menyediakan mesin hemodialisis di seluruh Puskesmas tingkat Kecamatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).

Anggota Komisi E Abdul Azis Muslim mengatakan, mesin ini diperlukan agar pasien gagal ginjal tak perlu antre untuk melakukan cuci darah.

“Jadi masyarakat enggak harus antre. Apalagi ada yang harus menunggu satu bulan, padahal mereka harus rutin melakukan cuci darah,” ujar Azis di gedung DPRD DKI Jakarta, kepada wartawan, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga :  Heru Budi Jengkel Ada ASN yang Bawa-bawa Suami Minta Jabatan di Pemprov DKI

Menurut dia, Dinas Kesehatan harus segera mematangkan perencanaan distribusi mesin hemodialisis ini agar bisa terealisasi pada 2025.

Pasalnya, terjadi lonjakan pasien anak gagal ginjal di Jakarta.

Dengan begitu, pasien gagal ginjal bisa mengakses layanan kesehatan tanpa harus menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggalnya.

“Karena Puskesmas yang deket dengan warga. Makanya Faskes tingkat 1 mesti dilengkapi mesin ini, jadi masyarakat bisa ditangani di Puskesmas di domisili masing-masing,” ungkap Azis.

Baca Juga :  Dituding Program Keliru, Dokter Tifa Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Jakarta

Sebelumnya, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Merry Hotma telah meminta Dinas Kesehatan untuk mengaktifkan kegiatan skrining jajanan yang dijual di sekitar sekolah. Khususnya di sekitar area Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut diminta mengingat banyaknya kasus gagal ginjal yang mengharuskan anak cuci darah akibat mengkonsumsi jajanan tidak sehat.

“Merespons kasus banyak anak-anak cuci darah di RSCM kemarin, salah satu follow up dari Komisi E waktu itu adalah harus ada warning,” ujar Merry saat pembahasan Perubahan APBD Tahun 2024, Minggu (11/8) lalu.

Baca Juga :  Awas Terpapar Virus HMPV, Masyarakat Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Oleh karena itu, secepatnya ia minta Dinas Kesehatan gencar menskrining jajanan anak untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

“Saya usulkan supaya direncanakan, ada alat untuk mengecek pewarnanya, pemanisnya, pengawetnya, karena anak-anak kita yang terdeteksi dan ada si RSCM ini adalah generasi masa depan,” tandas Merry.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Viral Pria Gesek-gesek Kolong Mobil di GBK, Dugaan Polisi Debt Collector

Aliansi.co,jakarta- Aksi dua pria yang diduga menggesek nomor rangka kendaraan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, viral di media sosial. Aksi keduanya terekam...

Bareskrim Bongkar Sindikat Tambang Emas Ilegal Kelompok Dubai, Berawal dari Arahan Presiden ke Kapolri

Aliansi.co,Jakarta- Bareskrim Polri membongkar dugaan sindikat penambangan emas ilegal yang hasilnya diolah di Jakarta sebelum diduga diselundupkan ke luar negeri. Salah satu jaringan yang terungkap...

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...