Kamis, April 16, 2026

Dituding Program Keliru, Dokter Tifa Tolak Penyebaran Nyamuk Wolbachia di Jakarta

WIB

Aliansi.co, Tangsel– Masyarakat mengatasnamakan Gerakan Sehat Untuk Rakyat Indonesia menolak rencana penyebaran nyamuk wolbachia yang diklaim mampu menekan lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Rencana pelepasan nyamuk wolbachia di wilayah DKI Jakarta dituding program keliru.

Tifauzia Tyassuma pakar epidemiologi, mengatakan rencana menekan kasus DBD menggunakan nyamuk berwolbachia keliru.

Wanita yang dikenal dengan nama Dokter Tifa ini menyebut rencana tersebut hanya untuk proyek penelitian.

Baca Juga :  Pemkot Jaksel Larang AI untuk Tindak Lanjut Laporan Warga

“Ini adalah isu yang sesungguhnya harus diluruskan kepada masyarakat. Karena ini adalah sebuah projek penelitian dari satu institusi di Indonesia bekerja sama dengan lembaga lain,” katanya dalam konferensi pers di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (26/11/20023).

Dalam konferensi pers ini mengusung tema “Tolak Penyebaran Nyamuk Berwolbachia di Jakarta Demi Keselamatan Jiwa Keluarga Kita”.

Baca Juga :  Rakorwil Perdana Pemkot Jaksel, Wali Kota Singgung Parkir Liar di Trotoar Jalan Wolter Monginsidi

Dokter Tifa pun meminta transparansi di balik program nyamuk wolbachia.

Sebab, proyek penelitian nyamuk wolbachia, dia ketahui sudah berjalan selama 12 tahun.

“Sehingga ketika projek penelitian diberlakukan masyarakat harus tahu. Ini kan sudah 12 tahun berjalan mengapa masyarakat baru tahu,” kata dia.

Tifa mengtakan upaya pencegahan demam berdarah di Indonesia saat ini sudah terkendali.

Baca Juga :  Awas Terpapar Virus HMPV, Masyarakat Diminta Lakukan Langkah-langkah Ini

Masyarakat pun dianggapnya sudah cerdas dan bisa menjaga diri.

Selain itu, dokter Tifa menuding tidak ada jaminan apapun dari program nyamuk wolbachia ini jika nantinya akan menyebabkan dampak negatif pada kesehatan masyarakat.

“Saya tidak pernah dengar selama 12 tahun ini ada asuransinya. Yang harus kami lakukan adalah tolak dan hentikan projek penelitian ini di Indonesia,’ ujarnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Peras Anggota DPR Rp 300 Juta, Empat KPK Gadungan Ditangkap di Jakbar

Aliansi.co, Jakarta-Tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Polda Metro Jaya menangkap empat orang terduga pelaku pemerasan yang menyasar anggota DPR RI. Para pelaku ditangkap...

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...