Sabtu, Juli 4, 2026

Angkat Pacul di Tengah Hujan, Wali Kota Jaktim Pimpin Aksi Bersih Eks TPS

WIB

Aliansi.co, Jakarta- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menggelar Aksi Kebersihan Minggu Pagi (AKMP) di eks lahan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah Rusunawa PIK, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Minggu (18/1/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin sebagai langkah awal penataan dan penghijauan kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah dengan kondisi memprihatinkan dan berdampak buruk bagi kesehatan lingkungan sekitar.

Dalam aksi tersebut, Munjirin turun langsung ke area genangan air untuk membersihkan tumpukan sampah bersama petugas kebersihan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Munjirin tampak mengenakan sepatu bot berwarna oranye dan jaket hitam sambil memegang pacul untuk mengangkat sampah yang menyumbat aliran air di badan jalan.

Baca Juga :  Ketua DPRD DKI Sidak PTSP Kecamatan Kebayoran Lama: Jangan Sekali-kali Mempersulit Pelayanan

Ia berbaur dengan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang mengenakan jas hujan oranye, memasukkan sampah ke dalam karung putih di tengah hujan yang mengguyur kawasan tersebut.

“Ini bekas TPS di rusun pinggir yang beberapa waktu lalu memang luar biasa kondisinya. Sampah menumpuk, baunya menyengat, lalat juga banyak, sehingga tidak baik untuk kesehatan,” kata Munjirin di sela kegiatan.

Munjirin menjelaskan, TPS tersebut telah resmi ditutup dan aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Rawa Terate.

Baca Juga :  Respons Kilat Bina Marga, Kabel Menjuntai di Depan Selapa Polri Langsung Dirapikan

Penutupan dilakukan melalui koordinasi antara lurah, camat, serta partisipasi aktif warga setempat.

“Pembuangan sampah di sini sudah ditutup dan dialihkan ke TPST di Rawa Terate. Bekas lahannya ini tentu tidak dibiarkan begitu saja. Kita akan coba hijaukan secara bertahap,” ujarnya.

Menurut Munjirin, kawasan eks TPS Rusunawa PIK direncanakan akan ditata menjadi ruang terbuka hijau agar lingkungan sekitar menjadi lebih nyaman dan dapat dimanfaatkan oleh warga.

Namun, untuk penataan area bantaran kali dan bangunan yang masih tersisa di lokasi, pemerintah akan terlebih dahulu meninjau aspek legalitas lahan.

“Mudah-mudahan nanti lokasi ini berubah menjadi tempat yang nyaman dan bisa dinikmati oleh warga sekitar. Kemudian, mengenai lahan bantaran kali, kalau memang itu tanah milik pemerintah daerah, tentu akan kita hijaukan. Bangunan yang tersisa juga akan kita lihat dulu legalitasnya sebelum dilakukan penataan lebih lanjut,” jelas Munjirin.

Baca Juga :  Banjir Pejaten Timur Surut, Lurah Kerahkan Pasukan Gabungan Gercep Bersihkan Lumpur dan Sampah

Ia menegaskan, proses penataan kawasan eks TPS tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat dan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, baik dalam pengelolaan maupun pemeliharaan lingkungan.

“Penataan ini tidak sebentar. Ini proses panjang. Keikutsertaan warga masyarakat sangat penting, dari awal pengelolaan sampai nanti pemeliharaannya,” pungkas Munjirin.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Penggerebekan Kampung Narkoba di Kalteng Berujung Maut, Satu Polisi Gugur dan Dua Personel Hilang

Aliansi.co,Jakarta- Operasi pemberantasan narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir tragis. Seorang anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan gugur setelah diserang...

Dari Kertas hingga Emboss, Begini Proses Pemeriksaan Ijazah Jokowi oleh Polda Metro

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya mengungkap proses pemeriksaan forensik terhadap ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam penyidikan kasus tudingan ijazah palsu yang menjerat...

Kode BC1 Terbongkar di Sidang Tipikor, Jaksa Sebut Jatah Rp21 Miliar untuk Dirjen Bea Cukai

Aliansi.co,Jakarta- Kode BC1 yang diduga merujuk kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, terungkap dalam sidang dugaan suap importasi barang di Direktorat...

Sidang Suap Bea Cukai, Nama Sejumlah Direktur Disebut dalam Kesaksian Terdakwa dan Saksi

Aliansi.co,Jakarta- Nama sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai kembali mencuat dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan impor yang menjerat pemilik PT Blueray Cargo,...

Anggota Brimob Dikeroyok dan Dibacok Debt Collector, Baru Dua Pelaku Ditangkap

Aliansi.co, Banten- Polda Banten menangkap dua debt collector yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pembacokan terhadap dua anggota Satuan Brimob Polda Banten saat...