Minggu, Agustus 16, 2026

Berpotensi Rampas Kedaulatan Rakyat, Putusan MK Pemilu Terpisah Tuai Sorotan

WIB

Jika hal ini terus dibiarkan, maka kredibilitas dan netralitas MK akan terus dipertanyakan.

“Jika MK sendiri melanggar konstitusi, siapa yang bisa membatalkannya? Siapa yang menjaga konstitusi? Apakah jawabannya tetap rakyat?” tanyanya retoris.

Ia mengingatkan bahwa Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 menyatakan secara tegas bahwa “kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.”

Menurutnya, pernyataan itu bukan sekadar slogan, tapi pondasi bahwa rakyat adalah pemilik otoritas tertinggi dalam negara.

Baca Juga :  Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Pakai Dana Pendidikan, MK Beri Batas hingga 2028

“Jika rakyat menyadari bahwa hak-hak mereka dirampas, bukan tidak mungkin akan muncul gelombang protes luas yang menuntut pertanggungjawaban dari para pengambil keputusan, bahkan sampai pada tuntutan pembubaran MK atau reformasi kelembagaan total,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Sugiyanto mendorong rakyat untuk menempuh jalur etik terlebih dahulu dengan melaporkan para hakim MK yang terlibat dalam pengambilan Putusan 135/PUU-XXII/2024 kepada MKMK.

“Langkah ini sah dan legal dalam kerangka negara hukum,” katanya.

Baca Juga :  8 Fraksi DPR Kompak Menolak Pemilu Coblos Partai

“Tujuannya adalah menguji netralitas dan integritas para hakim serta menilai apakah terdapat pelanggaran etika dalam proses pengambilan putusan,” sambungnya.

Sugiyanto menekankan, meskipun MK bertujuan melakukan perbaikan sistem demokrasi dan hukum, perbaikan itu harus bersifat partisipatif, bertahap, dan konstitusional.

“Keputusan yang terburu-buru, apalagi yang berisiko menabrak konstitusi, justru menciptakan masalah yang lebih besar daripada solusi yang hendak ditawarkan,” katanya.

Dorong Evaluasi Serius dan Amandemen Konstitusi

Sugiyanto juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa, mulai dari masyarakat sipil, akademisi, hingga partai politik dan lembaga negara, mendorong evaluasi serius terhadap putusan MK tersebut.

Baca Juga :  Polemik Batas Minimal Usia Capres-Cawapres, Begini Saran Yusril Ihza Mahendra

Ia menilai DPR sebagai lembaga yang paling memiliki ruang untuk merespons secara legal, termasuk dengan merevisi UU MK atau melakukan amandemen terbatas terhadap UUD 1945.

“Jika dibiarkan, masa depan demokrasi Indonesia bisa dikendalikan oleh tafsir hukum yang menyimpang, bukan oleh suara rakyat yang berdaulat,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Subuh Sebelum Kampung Bahari Digerebek BNN, Warga Ungkap Fenomena Ojol Ganteng

Aliansi.co,Jakarta- Ada fenomena tak biasa yang dirasakan warga Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, sebelum kawasan tersebut digerebek aparat pada Kamis (13/8/2026) pagi. Sejak waktu...

Drama Penangkapan Bos Gendut dan Kaki Tangan Gembong Narkoba Kampung Bahari

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Sejak subuh, tim gabungan BNN...

BNN Gerebek Kampung Bahari, Mercon dan Petasan Warnai Penangkapan Gembong Narkoba Bos Gendut

Aliansi.co, Jakarta — Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (13/8/2026). Operasi tersebut sempat diwarnai perlawanan dari dalam permukiman...

Heboh Temuan Ratusan Senjata Api di Sekolah, Ternyata Senapan Angin

Aliansi.co,Jakarta- Polda Metro Jaya meluruskan informasi terkait temuan 996 benda menyerupai senjata api di salah satu yayasan sekolah di Jakarta Selatan. Dari hasil pendalaman, hampir...

Maling Congkel Jendela Rumah Warga Gandaria Utara, Laptop-HP hingga Uang Digondol

Aliansi.co,Jakarta- Rumah warga di Jalan Karya Utama RT 012/RW 06, Kelurahan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi sasaran aksi pencurian. Pelaku menggondol laptop, telepon...