Sabtu, Oktober 17, 2026

DPRD DKI Dorong Warga Kolong Tol dan Korban Penggusuran Dapat Rusun

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta menyoroti masih banyaknya warga ber-KTP DKI Jakarta yang belum tertampung di rumah susun.

Khususnya warga kolong tol dan warga korban penggusuran yang berpenghasilan rendah, hingga kini masih banyak tinggal di tempat yang tidak layak.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mengaku banyak warga yang mengadukan kesulitan mendapatkan unit rusun karena berbagai alasan.

Padahal, kata dia, berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), masih ada 5.000 unit lebih Rusun yang kosong.

Baca Juga :  Wali Kota Jaksel Melayat ke Rumah Bocah Hanyut Terbawa Banjir Kebon Baru, Pastikan Bantu Kebutuhan Jenazah hingga Pemakaman

“Seperti (warga) di Kapuk Muara, mereka tinggal di lahan bukan milik mereka, itu kan dibawah rumah itu sampah dan memang sangat tidak layak. Lalu di beberapa kolong tol kita, itu banyak sekali penghuni ber-KTP DKI Jakarta,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Rabu (12/7/2023).

Sementara, anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian menambahkan, selain hunian warga di kolong tol, ada banyak lingkungan hunian warga yang lingkungannya tidak sehat bagi anak-anak.

Baca Juga :  Setelah 27 Tahun Mengabdi, Nasib Petugas Parkir Bona Indah Kini Terancam

Bahkan, masih ada 445 RW kumuh di Jakarta yang hingga kini masih jadi pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta.

“Banyak hunian, lingkungan yang tidak sesuai dan tidak baik untuk tumbuh kembang anak seperti di kolong tol itu. Jadi saya kira kita harus menyediakan hunian-hunian yang lebih terjangkau untuk masyarakat kalangan bawah,” terangnya.

Baca Juga :  Mudik Gratis 2025 DKI Jakarta Dibuka Hari Ini, Berikut Link dan Cara Daftarnya

Di lokasi yang sama, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum berjanji akan menindaklanjuti sorotan Ketua Komisi D DPRD DKI itu.

“Terkait dengan sarannya untuk warga yang tinggal di kolong tol, bukan hanya di kolong tol Angke, tapi juga ada di kolong tol Penjaringan, dan sebagainya nanti akan kami koordinasikan dengan Wali Kota untuk di data,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

BGN Buka Suara soal Penemuan Mayat di Dapur MBG

Aliansi.co,Jakarta- Badan Gizi Nasional (BGN) buka suara soal penemuan mayat yang dikaitkan dengan dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan BGN menyusul beredarnya informasi...

Mutasi Besar-besaran Polri, Wakabaintelkam-Kakorlantas hingga Kapolda Berganti

Aliansi.co, Jakarta – Polri kembali melakukan mutasi besar-besaran terhadap 199 personel yang terdiri dari perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen). Sejumlah jabatan strategis mulai...

Polri Gerebek Dua Kampung Narkoba Legendaris Jakarta, 24 Orang Diamankan

Aliansi.co, Jakarta- Polri menggerebek dua kampung legendaris yang terkenal sebagai basis peredaran narkoba di Jakarta, yakni Kampung Ambon, Jakarta Barat, dan Kampung Boncos, Jumat...

Terseret Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi, Bupati Gowa Dijerat Pasal Berlapis

Aliansi.co, Jakarta – Bupati Gowa, HT, ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan/atau pungutan liar serta gratifikasi terkait pengurusan...

Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Rajeg, Komisi III DPR Minta Polisi Transparan dan Profesional

Aliansi.co, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding, menyoroti dugaan intimidasi dalam pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk...