Jumat, April 3, 2026

Hindari Komplain, Jokowi Dahulukan Investor Dalam Negeri Bangun IKN

WIB

Aliansi.co, Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan pemerintah akan mendahulukan investor dalam negeri untuk membangun Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal ini dikatakan Jokowi usai meletakkan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Hotel Nusantara di kawasan IKN, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (21/9/2023).

“Investor di dalam negeri harus didahulukan. Kalau enggak, nanti saya pasti dikomplain. ‘Pak di dalam negeri ini yang punya duit banyak, Pak. Ngapain cari ke Singapura, ke Malaysia, ke Korea, ke Jepang, ke Uni Emirat Arab? Di sini banyak yang punya duit, Pak’. Pasti ada yang berbicara seperti itu,” kata Jokowi dilansir dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, dikutip pada Jumat (22/9/2023).

Baca Juga :  Dilantik jadi Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto Bersumpah di Hadapan Jokowi

Jokowi mengatakan pemerintah telah melakukan beberapa kali jajak pasar untuk mendorong para investor dalam negeri ikut serta dalam pembangunan IKN.

Namun, para investor dalam negeri kurang berminat menanamkan modal membangun IKN. .

“Begitu sekarang ada yang masuk konsorsium, beliau-beliau ini masuk. Pak kok saya gak ditawari pak, pak kok saya gak di ajak pak’, Ini bagaimana sih dulu dikumpulin, kami juga jajak pasar tak sekali dua kali lho,” beber Jokowi.

Baca Juga :  Momen Seorang Guru Dapat Hadiah Sepeda dan Jadi Kepsek usai Ditanyai Jokowi

Jokowi mengungkapkan, pembangunan Hotel Nusantara di IKN merupakan salah satu wujud dari investasi dari investor dalam negeri.

“Inilah yang nanti akan membawa lokomotif, pada hari ini akan membawa gerbong di belakangnya akan banyak masuk ke Nusantara. Saya yakin itu,” tandasnya.

Menurutnya, terdapat sejumlah keluhan dari investor dalam negeri yang menilai mengapa pemerintah mendahulukan investasi asing terlebih dahulu dalam pembangunan IKN.

Bahkan, kata Jokowi, investor dari Uni Emirat Arab (UEA) belum lama ini juga menunjukkan ketertarikan untuk berinvestasi di IKN.

Baca Juga :  Presiden Jokowi Terima Surat Khusus dari FIFA

“Kemarin juga baru saja dari Uni Emirat Arab juga datang, setelah datang langsung nemuin saya. Artinya apa? Tertarik,” aku Jokowi.

Jokowi optimistis penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan dan bandara ini nantinya akan semakin menarik minat para investor untuk berinvestasi di kawasan IKN.

“Ini belum selesai saja sudah berbondong-bondong, apalagi dua ini selesai, akan lebih berbondong-bondong lagi investor yang akan menanamkan modalnya di Ibu Kota Nusantara,” tandasnya.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

DPR Soroti Kasus Videografer Karo Amsal Sitepu, Singgung Keadilan Substantif

Aliansi.co, Jakarta- Komisi III DPR RI mendesak aparat penegak hukum mengedepankan keadilan substantif dalam penanganan kasus videografer asal Karo, Amsal Christy Sitepu, yang tengah...

Sosok Dua Terduga Pelaku Mutilasi dalam Freezer, Terungkap Usai Kabur ke Majalengka

Aliansi.co,Jakarta- Polisi akhirnya mengungkap identitas dua terduga pelaku dalam kasus pembunuhan disertai mutilasi yang jasadnya ditemukan di dalam freezer di Kabupaten Bekasi. Keduanya diketahui sempat...

Pelarian Dua Pelaku Kasus Mayat dalam Freezer Berakhir di Majalengka

Aliansi.co, Jakarta- Pelarian dua pelaku kasus penemuan mayat dalam freezer di Kabupaten Bekasi akhirnya berakhir di Majalengka, Jawa Barat. Keduanya berhasil ditangkap oleh Tim Subdit...

Dilaporkan ke Polda, Dugaan Transaksi Fiktif Fasilitas Kredit di Medan Diadukan hingga OJK

Aliansi.co-Jakarta- PT Toba Surimi Industries (PT TSI) melaporkan dugaan penarikan dana fiktif senilai Rp124,4 miliar dari fasilitas kredit modal kerja (KMK) miliknya ke Polda...

Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Salemba, Polisi Turun Selidiki Motif OTK

Aliansi.co, Jakarta- Polisi menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY) di kawasan...