Aliansi.co,Jakarta- Pemerintah Kota Jakarta Selatan mempercepat pelaksanaan program pemilahan sampah sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026.
Sebanyak 6.023 RT ditargetkan telah menerapkan pemilahan sampah pada Juni 2026.
Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai target tersebut, mulai dari sosialisasi kepada masyarakat hingga pengembangan sarana pengolahan sampah berbasis lingkungan.
“Lebih kurang sudah sebulan ini telah dilaksanakan sosialisasi, sekaligus juga sudah ditetapkan target untuk pencapaian dalam bulan Juni ini yaitu total lebih kurang 6.023 RT di wilayah Jakarta Selatan. Jadi seluruhnya akan menerapkan pemilahan sampah,” kata Syafrin, Senin (8/6/2026).
Menurut dia, salah satu strategi utama yang didorong Pemkot Jakarta Selatan adalah pemanfaatan Teba Modern di lingkungan warga.
Fasilitas tersebut berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah organik yang telah dipilah sehingga dapat diolah menjadi pupuk.
“Tentu modelnya ada beberapa macam. Yang kami dorong pertama adalah pemanfaatan Teba Modern, di mana akan dibangun di beberapa RT,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini sekitar 2.000 Teba Modern telah terbentuk.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan untuk mendukung target pemilahan sampah di seluruh RT selama bulan Juni.
“Saat ini dari target lebih kurang 6.000 RT sudah ada sekitar 2.000 teba terbentuk dan tentu target kami selama sebulan ini itu bisa dicapai,” ucapnya.
Dalam pengembangannya, Pemkot Jakarta Selatan akan mengidentifikasi sejumlah lokasi yang memungkinkan untuk penempatan Teba Modern, termasuk di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dan taman lingkungan.
“Kami akan melakukan identifikasi mana RPTRA yang memang memungkinkan untuk dikembangkan penempatan Teba Modern ini. Karena kita pahami RPTRA memiliki fungsi untuk kegiatan kemasyarakatan. Jika dari hasil koordinasi dengan Sudin terkait memungkinkan untuk ditempatkan, tentu akan dilakukan penempatan,” jelasnya.
Selain RPTRA, taman-taman di Jakarta Selatan juga akan dipertimbangkan sebagai lokasi penempatan Teba Modern selama tidak mengganggu fungsi utamanya sebagai ruang terbuka hijau.
Ia menegaskan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan guna memastikan program pemilahan sampah berjalan optimal di seluruh wilayah Jakarta Selatan.
“Ya tentu kami terus melakukan koordinasi dan prinsipnya Jaksel kompak melayani dengan hati,” pungkasnya.
