İstanbul escort bayan Adana Escort bayan

Jumat, April 4, 2025

Jokowi Dorong Penanaman Jagung di Keerom, Papua Dimaksimalkan

WIB

Aliansi.co, Jakarta– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau food estate di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua.

Jokowi mendorong penanaman jagung di Keerom dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di Papua.

Pemerintah telah menyiapkan lahan sekitar 10.000 hektare untuk penanaman jagung di lokasi tersebut.

Saat ini lahan yang sudah ditanami baru seluas 100 hektar.

“Tapi sekarang yang sudah disiapkan land clearing, kemudian pengolahan tanah baru 500 hektare, tahun depan 2.500 hektare, tapi yang ditanam hari ini baru 100 hektare,” kata Jokowi dalam Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (21/3/2023).

Baca Juga :  Datangkan Juara Dunia ke Indonesia, Jokowi Puji Upaya Erick Thohir

Dari lahan yang mulai ditanami saat ini diharapkan bulan Juni sudah dapat dilakukan panen yang pertama.

Ia menekankan, kepada Menteri Pertanian dan Bupati Keerom agar menentukan secara jelas terkait pembeli atau offtaker jagung tersebut.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta kepastian dari pengering, pascapanen, hingga penentuan harganya, agar petani tidak ada yang dirugikan setelah panen.

“Yang beli ini siapa harus jelas, offtakernya siapa harus jelas, pengeringnya siapa yang menyiapkan harus jelas, pasca panennya seperti apa harus jelas, harganya berapa harus jelas semuanya. Sehingga petani jangan sampe nanti dirugikan setelah panen,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bansos Beras Akhirnya Dihentikan hingga Pencoblosan Pemilu 2024

Menurut Jokowi, kebutuhan jagung untuk suplai pakan ternak di Papua sendiri masih kurang, baik untuk ayam petelur, ayam pedaging, maupun untuk babi dan sapi.

Oleh karena itu, Jokowi mendorong agar hasil dari penanaman jagung di food estate tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak di Papua.

“Tadi saya suruh nyiapin offtaker-nya yang beli ini siapa. Karena di sini pun masih kurang supply jagung untuk pakan ternak, kurang, masih kurang, baik untuk ayam petelur, ayam daging, maupun untuk babi dan sapi,” jelas Jokowi.

Baca Juga :  Bareskrim Polri Turun Selidiki Praktik Curang Distribusi Minyakita, Tiga Perusahaan Ini Diduga Terlibat

Meski Papua dinilai cocok untuk ditanami jagung, namun untuk tanam pertama kemungkinan belum bisa menghasilkan produktivitas seperti di Jawa.

“Saya lihat ini feasible karena tanahnya rata, datar, hanya memang tidak mungkin sekali tanam bisa menghasilkan kayak di Jawa 10 atau 11 ton. Mungkin pertama enggak apa-apa 4 ton atau 5 ton, saya kira baik. Nanti penanaman kedua naik lagi menjadi 6 ton, yang ketiga baru biasanya setelah ketiga itu baru berada pada posisi yang baik,” kata Jokowi.

Artikel Terkait

Berita Terpopuler

Lampiaskan Nafsu, Bu Guru Agama Ajak Siswanya Hubungan Badan, 2 Tahun Ketagihan 

Aliansi.co, Grobogan- Bu guru agama salah satu SMP di Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan ke polisi karena kasus pencabulan terhadap seorang siswanya. Guru perempuan inisial ST...

Berita Hukum

Bareskrim Tangkap 2 WN Cina Kasus Penipuan Berkedok Fake BTS

Aliansi.co, JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap sindikat kejahatan siber internasional yang memanfaatkan teknologi fake BTS untuk menyebarkan SMS phishing secara ilegal. Dua...

Selidiki Teror Kepala Babi dan Tikus, Polisi Cek CCTV Kantor Tempo

Aliansi.co, JAKARTA- Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya melakukan pengecekan Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait dugaan teror pengiriman paket kepala babi dan tikus di...

Kapolri Perintahkan Kabareskrim Usut Teror Paket Kepala Babi-Tikus di Kantor Tempo 

Aliansi.co, MEDAN- Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo angkat bicara terkait aksi teror terhadap Tempo. Teror tersebut sebelumnya telah dilaporkan Pemimpin Redaksi Tempo ke Bareskrim...

Terungkap Sosok Wanita yang Rekam Aksi Jagoan Cikiwul, Turut Lontarkan Ancaman

Aliansi.co, BEKASI- Terungkap ada sosok wanita yang turut bersama anggota ormas bernama Suhada melakukan aksi pemalakan di pabrik plastik Bantargebang, Bekasi. Selain merekam aksi Suhada, wanita...

Bareskrim Tetapkan 1 Tersangka Kasus TPPO WNI di Myanmar, Sempat Nyaru Rombongan Pulang

Aliansi.co, Jakarta- Bareskrim Polri menetapkan satu orang tersangka terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 699 warga negara Indonesia (WNI) yang telah dipulangkan...